Minggu, 29 Mei 2011

Inilah Para Napi Yang Berhasil Melarikan Diri Dengan Cara Spektakuler

Berbagai usaha untuk kabur dari penjara seringkali membuat kita terpukau, membayangkan bagaimana banyaknya adegan berbahaya yang mereka lakukan. Mungkin sifat pemberontak yang dimiliki setiap orang menjadikan kita penasaran dan melihat ini sebagai sesuatu yang luar biasa.

Kabur dari penjara tidak selalu dengan cara menggali sebuah jalan bawah tanah maupun menggunting kawat baja yang ada di tembok penjara tersebut. Penjara di Rusia tidak memiliki dinding, tapi memiliki daerah tundra yang sangat dingin, sedangkan penjara yang ada dimasa Perang Saudara Amerika Serikat mengandalkan berapa jauh jarak mereka dan juga musuh. Namun, apapun halangannya usaha untuk melarikan diri dari penjara tidak pernah berhenti.


Alcatraz, Amerika Serikat

Walaupun telah ditutup selama 47 tahun, Alcatraz di San Francisco Bay merupakan salah satu penjara yang paling menyeramkan di dunia. Selama 29 tahun operasionalnya, setidaknya ada 34 usaha hebat dari para tahanan untuk melarikan diri.



Dari berbagai usaha pelarian para tahanan, ada satu diantaranya yang hampir berhasil. Di bulan Juni tahun 1962, , Frank Morris, John dan Clarence Anglin hampir berhasil melarikan diri dari penjara tersebut setelah berusaha selama 2 tahun. Ketika para tahanan tidur, ketiga tahanan ini mempersiapkan replika kepala mnereka dan diletakan di kasur dan mereka berjalan melalui lorong di belakang sel mereka yang telah mereka buat menggunakan berbagai macam alat. Mereka menuju atap dan memotong kawat besi diatas dinding penjara, lalu turun dengan pipa hingga akhirnya menaiki rakit yang telah mereka buat untuk menyebrangi air.

Alhasil mereka berhasil menjadi buronan paling dicari, tapi mereka tidak pernah ditemukan hidup maupun mati.



Maze prison, Irlandia Utara

Walaupun bukan sebuah pelarian yang keren, tapi jumlah orang yang terlibat dan tindakan brutal yang dilakukan membuat usaha pelarian ini menarik.



Pada pukul 2.30 pagi, para tahanan penjara ini menggunakan senjata yang telah mereka selundupkan untuk menawan para penjaga penjara. Aksi ini cukup brutal, dan mengakibatkan seorang penjaga mendapatkan serangan jantung , 2 orang tertembak, dan 20 penjaga terluka. Para tahanan kemudian menggunakan pakaian para penjaga dan mengambil kunci mobil yang digunakan untuk mengantar makanan. Mereka memaksa seorang penduduk untuk mengemudikan kendaraan agar mereka dapat keluar dari penjara. Dalam usaha tersebut ada 38 orang yang kabur, dan keesokan harinya 18 di antaranya berhasil tertangkap lagi dan sisanya tidak pernah ditemukan.



Camp 303, Siberia

Jika dibandingkan dengan kamp kerja paksa yang ada di Siberia (seperti yang terlihat pada gambar), penjara di Inggris yang memiliki penjagaan maksimum terlihat seperti kandang ayam. Kamp 303 yang terletak 650km di selatan kutub utara di wilayah Siberia merupakan salah satu kamp kerja paksa terburuk yang ada di Uni Soviet. Di kamp kerja paksa inilah seorang tentara asal Polandia, Slawomir Rawicz, berusaha melarikan diri dengan cara yang paling rumit.



Di tahun 1939, Rawicz dihukum selama 25 tahun menjalani kerja paksa dan mulai menjalani hukumannya di tahun 1940 bersama beberapa tahanan lainnya. Di sana ketika mereka mulai membangun kamp tersebut dari awal, Rawicz dan enam tahanan lainnya melarikan diri dari kamp tersebut di tahun 1941 saat terjadi badai salju.



Para tahanan tersebut melarikan diri ke wilayah selatan dan agar tidak terlacak mereka menggunakan jalan darat hingga mencapai wilayah Mongolia. Mereka mungkin aman dari kejaran aparat keamanan Rusia, tapi alam juga ikut menyeleksi para tahanan tersebut. Selama 11 bulan, mereka menyusuri gurun Gobi dan juga Pegunungan Himalaya, akibatnya 3 dari 7 orang buronan tersebut meninggal, hanya 4 diantaranya yang selamat dan mencapai wilayah India yang dijajah oleh Inggris.



Setelah perang selesai, Rawicz menetap di Inggris, dan menulis sebuah skenario film tentang usahanya melarikan diri dari kamp kerja paksa tersebut yang berjudul ‘The Long Walk’ yang kemudian difilmkan oleh sutradara Peter Weir.



Penjara Libby, Amerika Serikat

Usaha untuk melarikan diri yang terjadi di penjara Libby di bulan Februari 1864, merupakan usaha melarikan diri terbesar yang pernah ada dalam sejarah Amerika. 109 tentara Union berusaha melarikan diri melalui terowongan yang mereka buat dalam waktu 17 hari.



Rencana ini melibatkan 15 tahanan yang dibagi menjadi 3 shift untuk menggali terowongan tersebut. Para tahanan ini berniat untuk menggali terowongan hingga melewati batas penjara.



Setelah dirasa cukup, mereka mencoba untuk melarikan diri untuk pertama kalinya. Namun sangat disayangkan, terowongan tersebut tidak mencapai batas penjara. Mereka akhirnya menggali lagi, dan akhirnya 109 orang berusaha mengadu nasib mereka untuk melarikan diri. Namun dari 109 orang yang melarikan diri, hanya 59 orang tentara Union yang berhasil mencapai wilayah kekuasaan Union.



Stalag Luft III, Polandia

Setelah diabadikan oleh Steve McQueen dalam sebuah film berjudul ‘The Great Escape’ , usaha untuk melarikan diri dari kamp tahanan angkatan udara Stalag Luft III di bulan Maret 1944 merupakan usaha melarikan diri yang paling terkenal. Cerita mengenai usaha pelarian diri ini adalah skrip yang siap difilimkan oleh Hollywood bekerja sama dengan Amerika, Inggris, dan juga beberapa negara lainnya untuk menggali tiga terowongan untuk keluar dari penjara yang terkenal ketat tersebut.



Lebih dari 600 orang terlibat dalam penggalian terowongan tersebut, menyingkirkan sisa galian, memisahkan kayu dan alat-alat lainnya, membuat berbagai jebakan dan juga berbagai alat untuk melarikan diri. Pelarian ini merupakan salah satu yang paling rumit dalam sejarah, dimana lebih dari 200 ton pasir dipindahkan dalam kurun waktu 12 bulan dan tim tersebut harus bolak balik lebih dari 25.000 kali untuk mengangkut berbagai material tersebut.



Dalam usaha pelarian yang ada terdapat 76 orang yang berhasil melarikan diri, namun hanya 3 yang berhasil bebas, lainnya tertangkap oleh pasukan Jerman dan 50 di antaranya dijatuhi hukuman mati.



Penjara Leads, Italia

Giacomo Casanova yang ditahan di Penjara Leads di Italia selama 5 tahun akibat berbuat cabul tidak berniat untuk menyelesaikan masa hukumannya tersebut, ia pun berusaha mencari cara untuk kabur dari penjara tersebut.



Setelah menemukan sebatang logam, ia mulai menggali sebuah jalan untuk menghubungkan sel tahanannya dengan sel tahanan yang berada disebelahnya, dimana seorang pendeta yang memberontak dipenjarakan di sana.



Dengan logam yang sama, pendeta tersebut membuat jalur keluar melalui atap sel tahanannya sehingga memungkinkan kedua tahanan tersebut keluar dari gedung penjara. Mereka pun berhasil keluar dari sel dan juga bangunan penjara hingga menuju jalanan. Mereka akhirnya menceburkan diri ke gondola dan menghilang setelahnya.



John Connally Unit, Amerika Serikat

Di bulan Desember 2000, rakyat Amerika mendapat berita yang menyeramkan setelah seorang tahanan yang brutal berhasil lolos dari penjagaan ketat di penjara John Connally di dekat wilayah Kenedy, Texas.



Memanfaatkan saat pergantian penjaga, 7 tahanan yang telah berkomplot menyerang 15 penjaga, seorang pemelihara bangunan, dan juga rekan tahanan yang tidak terlibat. Mereka melepaskan pakaian penjaga, kartu identitas dan juga kartu kredit, dan meniru suara penjaga di radio untuk menghindari kecurigaan. Mereka menggunakan truk milik penjara tersebut untuk mencapai gerbang penjara terdekat.



Para tahanan yang melarikan diri tersebut antara lain Michael Anthony Rodriguez , George Rivas, Donald Keith Newbury, Patrick Henry Murphy Jr, Larry James Harper, Randy Ethan Halprin dan Joseph C Garcia . Mereka terkenal dengan julukan The Texas Seven.



Setelah berhasil kabur, mereka melakukan berbagai tindakan kriminal di wilayah sekitar, dan mendapatkan tempat dalam acara TV ‘America’s Most Wanted’ dan berasil tertangkap satu bulan setelah aksi pelarian diri tersebut. 5 orang yang ada dalam kelompok tersebut sedang menunggu hukuman mati mereka, Rodriguez telah dihukum mati, dan satu orang lainnya bunuh diri saat tertangkap.



Hoi Het, Laos

Tahanan yang satu ini tidak seperti lainnyal. Dieter Dengler, adalah seorang pilot Angkatan Laut keturunan Jerman-Amerika, berhasil mendapatkan kehormatan setelah berhasil kabur dari penjara pada saat Perang Vietnam.



Ketika pesawatnya tertembak di Laos tahun 1966, Dengler ditahan di penjara Hoi het PoW. Walaupun usahanya untuk melarikan diri yang pertama kali gagal, ia segera merencanakan pelariannya yang kedua.

Bersama dengan 2 angkatan udara AS lainnya, ia menjegal penjaga dan menembak 3 orang penjaga dengan senjata miliknya dan segera menaiki pohon. Ia akhirnya berhasil kabur dan ditemukan oleh pesawat milik AS setelah terjebak di hutan selama 23 hari dalam keadaan kurus, kurang gizi, dipenuhi parasit, dan menjadi satu-satunya yang bertahan.



The Tower of London, Inggris

Sebenarnya ada banyak usaha pelarian dari penjara paling terkenal di London ini, namun tidak ada yang paling menegangkan daripada usaha melarikan diri yang dilakukan John Gerard, seorang pastor, yang berjalan menggunakan tali untuk melarikan diri di tahun 1597



Setelah divonis hukuman mati pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I, Gerard telah memikirkan cara untuk melarikan diri sejak pertama kali ia tiba di penjara tersebut. Ia memberitahukan rencananya untuk melarikan diri dengan temannya di luar penjara dengan sebuah notes dan juga tinta yang tak terlihat, ia juga berencana mengunjungi rekannya yang ditahan di Salt Tower yang dipisahkan sebuah sungai.



Bersama-sama mereka menyusup ke atap dari menara tersebut dan melempar tali melewati saluran ke sebuah kapal yang telah menunggu mereka di sungai Thames. Mereka berhasil kabur, dan Gerard berhasil melarikan diri ke Roma dan tinggal disana.



Le Santé, Perancis

Usaha untuk melarikan diri terhebat yang pernah ada tentunya yang dilakukan oleh perampok bank dan juga penculik, Jacques Mesrine. Mesrine masih dianggap seorang Robin Hood dari Perancis, dimana ia merampok dari mereka yang kaya dan memberikannya kepada yang membutuhkan.



Selama lebih 10 tahun, Mesrine merencanakan dan melaksanakan berbagai usaha melarikan diri dari penjara yang ada di Kanada dan Perancis. Salah satu rencana pelarian yang ia lakukan adalah melewati penjagaan ketat penjaga La Santé di Paris pada tahun 1979.



Walaupun sudah ada peringatan sebelumnya bahwa Mesrine akan melarikan diri, ia mencoba melarikan diri dengan rekan satu sel-nya dengan menyelundupkan senjata dan menawan penjaga penjara dan memasukan penjaga tersebut ke dalam sel-nya. Lalu ia juga memaksa sekelompok orang untuk meletakan tangga di tembok luar penjara sementara Mesrine menggunakan kaitan dan juga tali untuk mencapai tembok terluar tersebut. Pelarian ini hanya memakan waktu selama 25 menit. Namun kebebasan Mesrine tidak bertahan lama, ia ditembak mati oleh polisi 6 bulan setelah melarikan diri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post