Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

Lelah Bawa Ganja, Kawanan Merpati Pos Ditangkap

Pantas saja bila seekor merpati pos di Kolombia terengah-engah. Ditakdirkan membawa surat, burung ini justru disuruh menjalankan tugas yang penuh berisiko dan teramat berat, yaitu membawa paket ganja dan kokain ke penjara di kota Bucaramanga.

http://blog.indojunkers.com/wp-content/uploads/2011/01/69583_burung_merpati_300_225.jpg Menurut stasiun berita Fox News, sipir penjara dengan mudah menangkap burung yang sudah kelelahan itu di luar tembok. Di punggungnya, terdapat kantung berisi ganja dan kokain seberat 45 gram.
Menurut komandan polisi Bucaramanga, Jose Angel Mendoza, ini adalah modus baru bagi para napi untuk mendapatkan narkoba. Mendoza mengatakan bahwa merpati pos itu tidak mampu membawanya terbang sehingga tidak dapat melalui tembok penjara.
Dua orang sipir penjara dapat menangkap merpati itu tanpa kendala yang berarti. “Kami menemukan burung itu beberapa meter dari tembok mencoba terbang dengan paket tersebut. Namun karena kelebihan beban, burung itu tidak berhasil melancarkan misinya,” ujar Mendoza.
Mendoza mengatakan kemungkinan merpati pos itu dilatih oleh narapidana atau temannya di luar penjara. Saat ini, tengah diselidiki siapa yang mengirimkan dan akan menerima paket itu.
Ini bukan kali pertama kepolisian Kolombia menghadapi kasus dimana binatang digunakan sebagai sarana kejahatan. Sebelumnya pada September tahun lalu, dilansir dari stasiun berita Sky News, polisi berhasil mengamankan seekor kakaktua yang digunakan oleh anggota geng pengedar narkoba sebagai pengawas.
Kakaktua telah dilatih untuk memberikan sinyal jika pada lokasi geng tersebut bertransaksi terlihat polisi mendekat. Menurut laporan kepolisian, terdapat 1000 ekor burung kakaktua yang dilatih untuk menjadi pengawas polisi di Kolombia.
“Kami mendapatkan kakaktua yang ketika melihat polisi akan berteriak “lari! Lari!”,” ujar komandan polisi kota Barranquilla, Fredy Veloza.

Sumber :
blog.indojunkers.com
Read More >>

Fenomena Aneh, Ratusan Sapi Mati di Wisconsin

Sebanyak 200 sapi ditemukan mati pada Jumat di peternakan Portage County, Wisconsin. Namun pejabat mengatakan tak ada ancaman mengancam manusia atau hewan lain.
Sapi mati itu diangkat menggunakan semi-truk dan sisa peternakan di karantina. Awalnya pemilik sapi mati dan dokter hewan lokal yakin virus Infectious Rhinotracheitis Bovine (IBR) atau Bovine Virus Diarrhea (BVD) adalah penyebab kematian hewan itu.
http://static.inilah.com/data/berita/foto/1166062.jpg
WSAW News melaporkan update terbaru menyatakan pneumonia adalah penyebab kematian massal sapi itu meskipun kasus pneumonia jarang terjadi. Uji sedang dilakukan guna menentukan apa penyebabnya.
Meski tampak tak terkait, banyak kejadian kematian hewan massal di Amerika Serikat (AS) dan seluruh dunia sebulan terakhir. Ribuan burung jatuh mati dari langit di Arkansas di Malam Tahun Baru.
Kematian ikan massal pun terjadi 100 mil dari Arkansa kemudian. Pada pekan berikutnya, kematian massal burung dilaporkan terjadi di Louisiana dan Kentucky. Selain itu, laporan burung mati juga terjadi di Italia dan Swedia, serta banyak insiden serupa di California dan Alabama.
Kematian ikan massal juga dilaporkan terjadi di Chicago, Maryland, Brasil dan Selandia Baru serta bersama 40.000 kepiting mati terdampar di pantai Inggris. Banyak penjelasan mengenai kematian massal hewan itu, mulai dari kembang api, tabrakan semi-truk, kebanyakan makan hingga cuaca dingin.
Cuaca dingin juga diduga menjadi penyebab kematian ikan dan kepiting. Seperti dikutip Huffingtonpost menurut AP, kematian massal hewan ini tak semuanya tak biasa.


Sumber :
inilah.com
Read More >>

Sabtu, 22 Januari 2011

ANEH Tapi NYATA!! Gajah Super Memanjat Pohon Menyelamatkan diri dari Banjir [FOTO UNIK]

ANEH Tapi NYATA!! Gajah Super Memanjat Pohon Menyelamatkan diri dari Banjir [FOTO UNIK]. ADA seekor gajah muda tertangkap kamera memanjat sebuah pohon di Sri Lanka saat banjir. Bisakah gajah naik pohon??? Benar benar satu kekuatan dahsyat yang timbul disaat terdesak. Sebuah pohon setinggi 18 ft di tepi sungai Galoya dan terlihat seekor gajah di puncak pohon tersebut entah bagaimana gajah itu bisa memanjatnya. ANEH Tapi NYATA!!
Elephant Climbs Tree To Escape Flood: Photo. THERE’S a young elephant up a tree in Sri Lanka. Can an elephant climb a tree? Depends how much it want to. It’s dead. It’s 18ft up a tree by the Galoya river, presumably placed there by the recent heavy flooding, or an adventurous parachuting record attempt…
ANEH Tapi NYATA!! FOTO UNIK!! Gajah Diatas Pohon
 
ANEH Tapi NYATA!! Gajah Super Memanjat Pohon Menyelamatkan diri dari Banjir [FOTO UNIK]
ANEH TAPI NYATA!!!!!
Bagaimana Cara Manjatnya ya GAN?????

sumber : http://www.anorak.co.uk/270874/strange-but-true/elephant-climbs-tree-to-escape-flood-photo.html
Read More >>

Jumat, 21 Januari 2011

5 Hewan Hasil Kloning Yang Memicu Kontroversi

Kloning telah mengalami kemajuan pesat selama 15 tahun terakhir yang dimulai dari domba yang dinamakan Dolly hingga seekor kuda bernama Prometea.

Hewan Kloning
Dolly, Kloning Domba Pertama - Foto: Wikimedia
Sekalipun demikian, masalah etika serta akibat yang ditimbulkan dari hal itu menjadi bahan perdebatan sengit. Berikut ini merupakan 5 hewan hasil kloning yang dianggap menyebabkan kontroversi menurut Nick Collins seorang jurnalis Telegraph.

Domba Bernama Dolly
Kehadiran Dolly merupakan peristiwa penting dalam teknologi genetika yang menunjukkan bahwa para ilmuwan bisa membalikkan waktu selular dengan mengkonversi sel domba dewasa menjadi embrio yang kemudian tumbuh menjadi domba baru.

Kelahirannya menyulut perdebatan sengit tentang etika dan akibat kloning. Seorang penulis mengklaim bahwa Dolly “menatap anda dengan kedua mata merahnya yang penuh kebencian”.

Sanggahan etika yang menentang kloning hewan diperkuat ketika domba tersebut dikritik pada tahun 2003 setelah mengidap penyakit paru-paru. Hewan tersebut ditimpa dengan masalah-masalah kesehatan juga menderita karena artritis prematur.

Tikus Bernama Cumulina
http://news.bbc.co.uk/nol/shared/spl/hi/pop_ups/07/sci_nat_cloning_hall_of_fame/img/2.jpg
Cumulina merupakan yang pertama dari 50an tikus identik sepanjang tiga generasi yang dibuat di Universitas Hawai pada tahun 1998.

Hewan kloning tersebut dinamakan Cumulina karena dia dibuat dari DNA sel-sel kumulus yang mengelilingi telur yang sedang berkembang pada indung telur tikus betina.

Cumulina merupakan hewan pertama yang dikloning dari sel-sel dewasa yang bertahan hingga masa dewasa dan menghasilkan dua seperindukan sehat.

Gaur (Bos Gaurus) Bernama Noah
http://www.businesspundit.com/wp-content/uploads/2009/02/noah.jpg
Noah hewan gaur (spesies dari Asia Tenggara yang mirip bison), merepresentasikan percobaan pertama yang dilakukan oleh para ilmuwan untuk mengkloning hewan yang terancam punah.

Para ilmuwan di Amerika berharap bisa mengambil langkah besar dalam upaya melindungi spesies yang terancam punah dengan melahirkan kloningan gaur di sebuah peternakan di Iowa. Namun Noah mati sesaat setelah lahir pada tahun 2001.

Kucing Bernama CC
http://www.catnews.org/images/cat220.JPG
CC atau Carbon Copy yang lahir pada tahun 2001 merupakan hewan peliharaan pertama yang dikloning.
Para ilmuwan berharap bahwa menciptakan carbon copy kucing bisa menawarkan jutaan pemilik piaraan kesempatan untuk membangkitkan hewan peliharan kesayangan keluarga.

Namun walaupun Rainbow yang merupakan kucing orisinil bertubuh gemuk dan memiliki warna putih dengan bintik-bintik coklat, coklat muda dan keemasan, CC bertubuh ramping dengan warna putih dan belang abu-abu. Lebih lagi, kedua kucing tersebut memiliki sifat berbeda, Rainbow pendiam tapi CC suka bermain.

Sapi Bernama Vandyk-K Integ Paradise 2
http://www.tastum-holsteins.com/images/Rosedale%20A%20Present%20Of%20Paradise.jpg
Hewan ini merupakan salah satu dari tiga yang dikembangkan dari sel-sel yang diambil dari sapi yang memenangkan berbagai perlombaan bernama Vandyk K Integ Paradise di Amerika. Embrio-embrio yang dibekukan dari kloning tersebut ditanamkan pada induk-induk pengganti di Inggris.

Vandyk-K Integ Paradise 2 menjadi pusat pembicaraan ketika daging dari keturunan kloning tersebut masuk pasaran.
source: http://sobatscm.blogs.linkbucks.com/2011/01/18/5-hewan-kloning-yang-menyulut-kontroversi/
Read More >>

Lebah Oriental Gunakan Matahari Untuk Bangkitkan Listrik

Para ilmuwan sudah mengetahui bahwa oriental hornet, atau lebah oriental untuk alasan yang tidak diketahui, mampu memproduksi listrik di dalam kerangka tubuhnya. Akan tetapi, Marian Plotkin, peneliti dari Tel-Aviv University memutuskan untuk meneliti lebih lanjut.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/01/18/103391_lebah-oriental-mampu-memproduksi-listrik-dari-sinar-matahari_300_225.jpg
Bersama timnya, Plotkin mencari tahu bagaimana lebah bisa memproduksi listrik. Setelah melakukan penelitian, ternyata diketahui bahwa pigmen pada jaringan kuning lebah mampu menangkap cahaya. Setelah itu, oleh jaringan coklat, cahaya itu diubah menjadi listrik.

Sebagai informasi, jaringan coklat milik lebah mengandung melanin, pigmen yang melindungi sel kulit manusia dari penyerapan sinar ultraviolet yang berpotensi berbahaya. Meski begitu, Plotkin menyebutkan, untuk apa listrik itu digunakan masih belum diketahui.

Dari penelitian itu, diketahui juga bahwa sel pada lebah hanya mampu menghasilkan energi dengan efisiensi hanya 0,335 persen. Sebagai gambaran, pembangkit listrik tenaga Matahari buatan manusia saat ini mampu menghasilkan energi dengan efisiensi 10 sampai 11 persen.

“Lebah masih mendapatkan mayoritas energinya dari makanan yang ia makan,” kata Plotkin, seperti dikutip dari National Geographic, 18 Januari 2011. “Meski begitu, kemampuan membangkitkan listrik itulah yang menjadi inti penelitian ini,” ucapnya.

Alasannya, kata Plotkin, kita sudah mengetahui bahwa tanaman dan bakteria memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber energi. “Akan tetapi, pemanfaatan matahari sebagai sumber energi pada hewan belum pernah diketahui,” ucapnya.


Sumber :
teknologi.vivanews.com
Read More >>

Inilah Rahasia Kemampuan Cacing Planaria Menumbuhkan Tubuhnya yang Terpotong

Kemampuan seekor cacing Planaria untuk menumbuhkan kembali bagian tubuhnya yang terpotong, disebabkan oleh sebuah gen. Hal ini ditemukan oleh ilmuwan dari University of Nottingham.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT1d3QVtJ_YtmRykIlUaDTfRYxU6Bbyv7vJh4QvkC74n9M5orWvi0PbGHRb9e9aZ62vuNbQxwLmTrU6PJiWyHAfhjL2MLBCcsMnvZFpk-L8GjrfKR1-PwcetI0NCmuhVR-11DwGbgPiWOO/s320/planaria2.jpeg

Riset ini mengilhami para ilmuwan, untuk bisa mewujudkan hal ini pada manusia. Dengan demikian, bukan tidak mungkin jika suatu hari nanti manusia bisa menumbuhkan lagi organ tubuhnya yang rusak atau menua.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Aziz Aboobaker ini, memperlihatkan sebuah gen bernama 'Smed-prep'. Gen inilah yang berperan memperbaiki dan menumbuhkan lagi anggota badan seperti kepala dan otak pada cacing Planaria.

http://i1.r7.com/data/files/2C92/94A4/2819/B567/0128/2858/19D9/01D7/Planaria-g-20100422.jpg

Dilansir Daily Mail, cacing Planaria berisi sel induk dewasa yang secara konstan membagi diri dan bisa berubah menggantikan semua jenis sel tubuh yang hilang. Cacing ini juga memiliki sekumpulan gen yang bekerja menumbuhkan bagian tubuh yang terpotong dengan ukuran yang pas serta di tempat yang tepat.

"Cacing mengagumkan ini membuka mata kita untuk melakukan observasi lebih lengkap tentang regenerasi jaringan tubuh pada cacing. Hewan sederhana ini bisa meregenerasi dirinya dengan cara yang ajaib," kata Aboobaker.

Dalam penelitian ini mereka menemukan bahwa kehadiran Smed-prep sangat penting sehingga kepala dan otak yang teramputasi bisa tumbuh kembali di tempat yang tepat.

Selain itu, sel induk cacing masih bisa 'dibujuk' untuk membentuk sel otak akibat dari aktivitas gen lain yang tidak berhubungan. Tanpa Smed-prep, sel-sel ini tidak mengatur diri mereka untuk membentuk otak secara normal.


Sumber :
Read More >>

Kamis, 20 Januari 2011

Cacing Laut Raksasa Yang Muncul Secara Misterius Di Sebuah Akuarium Di Inggris




Seekor predator raksasa yang mengerikan ditemukan oleh para staff perawat akuarium besar. Dimana beberapa waktu sebelumnya para staff mendapati adanya serangan misterius di area terumbu karang.
Para staff perawat akuarium di Blue Reef Aquarium, Newquay, Cornwall, Inggris, mendapati hal yang aneh sejak awal 2009 lalu. Mereka sering mendapati beberapa terumbu karang yang hancur, dan menemukan beberapa ikan yang mati dan terluka.



Barulah pada bulan Maret 2009, para staff mengadakan pengamatan. Mereka mengamati layar rekaman video selama beberapa minggu dan melakukan pembongkaran batu demi batu, untuk mencari kemungkinan adanya predator yang bersembunyi didalamnya
Hasilnya sangat mengejutkan mereka menemukan seekor cacing laut raksasa bersembunyi dan meringkuk dibawah terumbu karang.

Barry . . . nama yang kemudian diberikan kepada si cacing laut raksasa ini, mempunyai panjang sekitar 1 meter (4 feet), dan memiliki bulu-bulu dan sengat-sengat beracun yang dapat menimbulkan mati rasa permanen pada manusia.
Usaha untuk mengeluarkannyapun tidak mudah. Barry kemudian dipancing keluar dengan potongan ikan yang dikaitkan pada pancingan.

Barry kemudian diletakkan pada tangki terpisah, penampilannya yang mirip seperti makhluk pada film horror menyedot perhatian banyak pengunjung.
Matt Slater, seorang kurator akuarium, berkata: “Barry mungkin tiba di akuarium tersebut saat masih kecil dan terbawa beserta kiriman batu untuk akuarium”.
 
sumber: http://haxims.blogspot.com/2011/01/cacing-laut-raksasa-yang-muncul-secara.html
Read More >>

Makhluk Kecil Si Penyingkap Tabir Kematian

Tubuh laki-laki itu terbujur kaku di kamarnya. Tidak seorangpun yang tahu apalagi menyaksikan kematiannya, sampai-sampai bau busuk dari sang mayat menyeruak keluar jendela dan pintu.


Para petugas semuanya mengenakan masker untuk menghindari terhisapnya bau racun tersebut. Kapan, mengapa dan bagaimana ia meninggal tak ada satu orangpun yang bisa menjelaskan, hanya ditemukan ribuan belatung menggeliat di tubuh mayat tersebut.

Dapatkah makhluk kecil tersebut menyingkap tabir dibalik misteri kematiannnya?

Keberadaan belatung dimayat dapat membantu mengungkapkan banyak hal seperti waktu kematian, penyebab kematian bahkan identitas mayat dan pelaku pembunuhan.

Ternyata hewan kecil yang menjijikkan bagi sebagian orang tersebut berperan besar dalam penyelidikan forensik, dalam ilmu entomologi forensik, belatung dianggap sebagai "amazing insect".


Mengenal Lebih Dekat Belatung

Belatung sebenarnya adalah larva lalat, kutu dan kumbang. Umumnya larva hidup sebagai parasit dan merusak jaringan makhluk lain, dan kebanyakan belatung yang terdapat pada mayat yang terpapar berasal dari larva lalat.

Kenapa belatung sering ditemukan pada mayat?

Karena mayat mengeluarkan bau busuk terutama ketika terpapar udara bebas, maka lalat, kutu atau kumbang sebagai makhluk yang paling doyan dengan bau-bau busuk merasa terpanggil untuk mendekat dan melekat kemudian meletakkan telurnya pada bagian tubuh mayat, nah telur tersebut menetas dan mengeluarkan larva yang lazim disebut belatung.


Bukan hanya mayat yang digemari para larva ini, mahkluk yang masih hiduppun bisa menjadi rumah favorit bagi belatung, sebagai contoh kisah yang masih hangat seorang bocah, Ummi Darmiati di daerah Mamuju yang berjuang melawan rasa sakit akibat serangan belatung-belatung ganas yang bersarang di tubuhnya.


Kerjasama Tim Forensik Dengan Belatung
1. Saat menghembuskan nafas terakhir
Memastikan waktu kematian tanpa ada saksi tentu sangat sulit, paling tidak memperkirakan dengan melihat keadaan mayat. Misal kekakuan mayat, lebam pada mayat dll. Belatung dapat memberikan kontribusi untuk perkiraan waktu kematian.

Caranya : memeriksa alat pernafasan belatung, sebab alat pernafasan ini terus mengalami perubahan sejalan dengan waktu. Tentu saja yang bisa mengetahuinya adalah para ahli forensik.

2. Perpindahan mayat
Belatung dapat membantu menentukan apakah lokasi ditemukannya mayat sama dengan lokasi kematian.

Caranya : mencocokkan jenis belatung atau serangga lain yang ditemukan di tubuh mayat dengan tipe lalat atau serangga lain yang hidup di sekitar lokasi ditemukannya mayat.

3. Identitas mayat
Seringkali ditemukan tubuh mayat sudah tak berbentuk, sulit dikenal atau tanpa petunjuk identitas yang jelas. Sebagai contoh, mayat yang harus digali dari kuburan untuk sebuah visum. Untuk memastikan identitas mayat tersebut, belatung sangat berperan.

Caranya : karena kebisaan belatung yang mencerna jaringan tubuh mayat, maka saluran cerna belatung diperiksa melalui tes DNA untuk proses identifikasi. Selain itu belatung juga memakan cairan sperma atau cairan vagina, sehingga selain identifikasi korban belatung dapat juga digunakan untuk mencari identitas pelaku dalam kasus kekerasan seksual.

4. Mencari Penyebab Kematian
Untuk yang satu ini, belatung benar-benar unjuk gigi, sebab mengungkap misteri penyebab kematian bukanlah hal yang mudah.

Caranya : Bagian tubuh mayat yang menjadi tempat paling favorit berkumpulnya belatung merupakan sebuah petunjuk penting. Belatung umumnya paling menyukai hidup dibagian mata, hidung, telinga, mulut. Intinya bagian berlobang dari tubuh, karena belatung suka kegelapan di lobang

Bagaimana jika belatung ditemukan pada bagian tubuh yang lain? Nah ini dia petunjuknya.

* Apabila belatung ditemukan di lengan misalnya, maka diidentifikasi ada luka di lengan, sebab luka yang mengeluarkan darah merupakan hal yang amat menarik dan disukai para belatung sehingga mereka berkumpul dibagian luka tersebut.

* Demikian juga bila belatung ditemukan di bagian kemaluan dan anus, padahal bagian ini termasuk tempat yang tidak disukai belatung (tahu diri juga nih makhluk), tetapi jika ada bau-bau khusus yang menarik mereka untuk berkumpul disana (misal bau cairan sperma dan vagina) maka belatung akan banyak ditemukan didaerah ini, jadi dapat diidentifikasi bahwa sebelum kematian terjadi kekerasan seksual.

* Bahkan, jika ada kecurigaan keracunan pun, dapat diketahui melalui belatung yaitu belatung di ekstraksi dan dilakukan uji racun ( toksikologi).

Mahkluk kecil ini ternyata sangat bermanfaat dalam usaha mencari kebenaran, tapi sepertinya dalam aplikasi penyelidikan di Indonesia belum terlalu dimanfaatkan.

sumber: http://beritaanehunik.blogspot.com/2011/01/makhluk-kecil-si-penyingkap-tabir.html
Read More >>

10 Hewan Pelompat Terbaik di Dunia

10. Bharal

Hewan ini hidup di Himalaya dan merupakan salah satu hewan pelompat terbaik di kalangan hewan. Mereka biasa melompat dari tebing dan bukit.

9. Kelinci

Hewan ini adalah salah satu hewan tercepat yang memiliki kemampuan melompat. Mereka mampu berlari dengan kecepatan 72 km/jam, jadi sangat sulit untuk ditangkap para pemangsa.

8. Kanguru merah

Mereka adalah hewan pelompat tercepat di antara hewan-hewan. Mereka mampu melompat dengan kecepatan 56 km/jam.

7. Klipspringer

Tinggi hewan ini sekitar 1,5 m, mereka bisa melompat 10 kali tinggi badan mereka. Mereka adalah hewan mamalia yang melompat tertinggi di antara para hewan dibandingkan ukuran tubuhnya.

6. Belalang

Hewan ini bisa melompat sejauh 20 kali ukuran badannya. Bayangkan saja orang yang bisa melompat sejauh ukuran lapangan basket!

5. Tikus kanguru

Hewan ini bisa melompat sejauh 45 kali ukuran badannya. Bayangkan saja seseorang yang bisa melompat sejauh ukuran lapangan bola. Mereka adalah hewan mamalia yang melompat terjauh dibandingkan ukuran tubuhnya.

4. Katak pelompat

Hewan ini bisa melompat 70 kali tinggi badannya. Mereka adalah hewan pelompat tertinggi ke-2 di antara hewan dibandingkan ukuran tubuhnya.

3. Laba-laba pelompat

Hewan ini bisa melompat 100 kali panjang tubuhnya. Bayangkan seseorang yang bisa melompati 2 pesawat jet besar!

2. Katak pohon

Mereka bisa melompat 150 kali panjang tubuhnya. Bayangkan seseorang yang bisa melompat sepanjang kapal Titanic. Mereka adalah hewan pelompat terjauh ke-2 dibandingkan ukuran tubuhnya.

1. Kutu

Hewan ini bisa melompat 220 kali panjang tubuhnya dan 150 kali tinggi badannya. Mereka adalah hewan pelompat terjauh dan tertinggi di antara hewan dibandingkan ukuran tubuhnya.

sumber
Read More >>

Legenda Unicorn dan laporan penampakannya di dalam sejarah

Di dalam Novel Harry Potter, membunuh Unicorn dianggap sebagai dosa besar melawan alam. Namun Lord Voldermort tetap membunuh makhluk itu karena darahnya dipercaya dapat memberikan hidup abadi bagi mereka yang meminumnya. Begitulah hebatnya penghargaan yang diberikan kepada makhluk misterius ini. Namun apakah ia benar-benar pernah ada di dunia ini? ataukah ia hanya muncul di imajinasi para penulis fiksi?

Unicorn dalam sejarah

Dalam legenda modern yang muncul pada abad pertengahan, Unicorn digambarkan sebagai makhluk berbentuk kuda dengan satu tanduk di kepalanya.

Dalam versi yang lebih tradisional, makhluk ini digambarkan memiliki kuku belah, janggut seperti kambing dan ekor seperti singa. Namun satu hal yang sama dari deskripsi tradisional dan modern adalah keberadaan satu tanduk di kepalanya.

Pertama kali makhluk ini dikenal adalah lewat kebudayaan-kebudayaan kuno India. Pada stempel berusia 2.500 tahun yang ditemukan di Mohenjo Daro dan Harappa, kita dapat melihat bentuk kuno dari seekor Unicorn beserta inskripsi yang masih belum terpecahkan.


Selain India, Cina juga memiliki Unicornnya sendiri. Makhluk ini dikenal dengan sebutan Qilin. Di Jepang, ia dikenal dengan sebutan Kirin dan digambarkan memiliki tubuh seperti rusa, sisik berwarna hijau dan sebuah tanduk panjang di kepala.

Pada abad pertengahan, pengaruh Unicorn sampai ke Eropa dan mulai digunakan sebagai objek seni dan simbol-simbol kebangsawanan. Pada masa ini, karakter Unicorn telah berubah menjadi makhluk yang benar-benar menyerupai kuda seluruhnya dengan satu tanduk di kepalanya.

Seiring dengan bangkitnya paham humanisme, Unicorn mendapatkan tempat tersendiri sebagai simbol cinta yang murni dan pernikahan yang setia.

Menurut legenda yang beredar di Eropa, Unicorn disebut hanya bisa ditaklukkan oleh seorang perawan. Karena itulah, para perawan seringkali digunakan sebagai umpan untuk menangkap makhluk ini di alam liar.

Dalam kepercayaan yang lebih populer, tanduk Unicorn disebut dapat menetralkan racun. Karena itu, menurut legenda, tanduknya pernah digunakan sebagai bahan pembuat gelas seremonial yang digunakan oleh keluarga kerajaan, walaupun banyak yang percaya kalau tanduk yang digunakan sebenarnya bukanlah tanduk hewan mitologi Unicorn, melainkan tanduk dari Narwhal, paus Unicorn.

Lalu, pertanyaannya adalah apakah makhluk misterius ini benar-benar pernah ada di dunia?

Unicorn lainnya

Sebenarnya kita memiliki makhluk Unicorn di masa modern ini.

Misalnya, makhluk yang telah umum kita jumpai ini, yaitu badak.


Atau Narwhal, paus Unicorn yang tanduknya bisa mencapai panjang hingga 3 meter.


Selain hewan yang memang memiliki karakteristik seperti itu, kita juga memiliki Unicorn yang terjadi karena kelainan yang tidak umum.

Misalnya, rusa Unicorn yang lahir di Italia.


Atau pria Unicorn yang berasal dari Cina.


Para seniman yang begitu ingin memiliki Unicorn sendiri bahkan bertindak lebih jauh. Mereka melakukan prosedur implantasi atau manipulasi pada tanduk hewan sehingga menghasilkan Unicorn.

Seperti yang bisa kita lihat pada kambing ini.


Atau sapi ini.


Tetapi, tentu saja kita tidak membahas makhluk-makhluk diatas. Kita sedang membahas makhluk yang gagah ini:


Mungkinkah ia pernah ada di dunia?

Ilmu pengetahuan modern mencatat kalau makhluk seperti itu tidak pernah ada. Namun ada catatan-catatan masa lampau yang sepertinya menunjukkan kalau makhluk misterius ini mungkin pernah hidup di beberapa bagian dunia.

Hal ini diperkuat dengan fakta kalau informasi mengenai Unicorn hampir tidak bisa kita temui di dalam mitologi Yunani. Para penulis Yunani kuno yang pernah menyinggung mengenai makhluk ini seluruhnya beranggapan kalau makhluk ini benar-benar ada, tepatnya di India. Ini mengkonfirmasikan penemuan stempel Mohenjo Daro dan Harappa.

Penulis yang pertama kali menyinggung mengenai keberadaan makhluk ini adalah Ctesias yang mendeskripsikan Unicorn sebagai keledai liar dengan satu tanduk berwarna putih, merah dan hitam sepanjang 1,5 cubit.

Ctesias mendeskripsikan makhluk itu sebagai berikut:
"Unicorn adalah makhluk asli India. Ukurannya sebesar keledai dengan kepala berwarna ungu kemerahan. Tubuhnya berwarna putih, matanya berwarna biru dengan sebuah tanduk muncul dari dahinya. Ujung tanduk itu berwarna merah terang, tengahnya berwarna hitam dan putih di pangkalnya. Panjangnya kira-kira 18 inci"
Ctesias juga yang pertama kali melaporkan kalau tanduk Unicorn bisa digunakan untuk menetralisir racun.

Penulis lain, Strabo, juga pernah menyinggung mengenai keberadaan seekor kuda bertanduk di wilayah Caucasus.

Deskripsi yang lebih lengkap kemudian diberikan oleh sejarawan Romawi, Pliny the elder. Mengenai Unicorn, Ia menulis:
"Makhluk yang sangat ganas ini disebut Monoceros dan memiliki kepala seperti rusa, kaki seperti gajah, dan ekor seperti babi hutan, sementara bagian tubuhnya yang lain seperti kuda. Ia mengeluarkan suara rendah yang dalam dan memiliki satu tanduk berwarna hitam yang keluar dari tengah dahinya dengan panjang kira-kira dua cubit."
Beberapa sejarawan mendebatkan deskripsi Pliny ini. Ada yang beranggapan kalau ia hanya mendeskripsikan seekor badak dan bukan kuda bertanduk. Namun badak sepertinya tidak "memiliki kepala seperti rusa dan bagian tubuh yang lain seperti kuda".

Selain Pliny, Julius Ceaser juga pernah menyinggung mengenai makhluk ini dengan deskripsi yang mirip dengan Pliny. Menurutnya:
"Kepalanya seperti rusa, kakinya seperti gajah, tanduknya memiliki panjang sekitar 90 cm dengan ekor menyerupai babi hutan."
Apakah mereka sedang membicarakan seekor badak?

Jika bukan, adakah catatan-catatan lain yang lebih modern yang mengkonfirmasikan keberadaan makhluk ini?

Jawabannya: ada.

Laporan penampakan
Pada tahun 1486, Berhanrd Von Breydenbach, seorang penatua di katedral Mainz, menceritakan sebuah kisah menarik mengenai perjumpaan dengan Unicorn. Ia menuangkannya dalam buku berjudul "Peregrinatio in Terram Sanctam"atau "Perjalanan ke tanah suci".

Perjumpaan ini terjadi pada tahun 1483 ketika ia bersama satu rombongan beranggotakan 150 orang pergi ke timur tengah untuk melakukan ziarah rohani. Dalam perjalanan ini, mereka berangkat dari Venice menuju Jaffa, lalu ke Ramala dengan karavan.

Dari situ mereka melanjutkan perjalanan ke Yerusalem dan mengunjungi semua tempat-tempat suci disitu. Setelah itu rombongan pergi menuju gurun Sinai dan mengunjungi biara Santa Catharina. Di tempat itu, salah seorang peziarah bernama Felix Fabri bersama sekelompok orang yang sedang bersamanya melihat seekor Unicorn sedang berdiri di atas bukit dekat kaki gunung Sinai. Felix bersama rombongan mengamati makhluk ini dengan seksama untuk beberapa lama. Penampakan ini terjadi pada tanggal 20 September 1483.

Pada tahun 1530, Ludovica de Bartema, seorang bangsawan Italia yang melakukan perjalanan ke Mesir, Arab dan India juga bertemu dengan makhluk misterius ini. Ketika hendak masuk ke Mekkah, ia menggunakan nama samaran Mussulman supaya bisa membaur dengan rombongan karavan peziarah lainnya. Di kota itu, Bartema mengaku melihat dua ekor Unicorn. Tubuh makhluk itu berwarna kuning coklat. Kepalanya seperti rusa dengan leher dan surai yang panjang. Kakinya pendek dan memiliki kuku seperti kambing. Menurut penduduk lokal, kedua hewan itu adalah pemberian dari raja Etiopia yang hendak dipersembahkan kepada sultan Mekkah.

Kesaksian Bartema menunjukkan kalau pada masa itu, Unicorn mungkin hidup di Etiopia atau Afrika. Ini ditegaskan dengan kesaksian lain dari Don Juan Gabriel, seorang kolonel Portugis yang tinggal di Etiopia selama beberapa tahun. Menurutnya, ia pernah melihat Unicorn di propinsi Damota. Makhluk itu berukuran seperti kuda dan berwarna agak gelap. Beberapa orang portugis lainnya yang tinggal di negara itu juga melaporkan pernah melihat Unicorn sedang merumput di sebuah bukit di distrik Namna.

Pada abad yang lebih modern, laporan penampakan Unicorn diceritakan oleh seorang naturalis Swedia bernama Dr.Sparrmann. Pada tahun 1772-1776, ia melakukan penelitian di Good Hope dan menulis dalam jurnalnya mengenai seorang pria bernama Jacob Kock.

Kock yang saat itu melakukan perjalanan menuju Afrika bagian selatan menemukan batu-batuan yang berukirkan Unicorn. Batu-batu ini ternyata diukir oleh suku setempat yang bernama Hottentots. Berdasarkan wawancara Kock dengan anggota suku tersebut, diketahui kalau Unicorn sesungguhnya telah dikenal dengan baik diantara suku Hottentots. Warga suku tersebut mengatakan kalau Unicorn memiliki bentuk seperti kuda dengan satu tanduk di kepalanya. Makhluk ini juga bisa berlari dengan sangat cepat.

Kisah yang diceritakan Dr.Sparrmann kemudian mendapatkan konfirmasi dari kisah lain yang diceritakan oleh Mr.Henry Cloete pada tahun 1792 kepada akademi ilmu pengetahuan Selandia Baru.

Mr.Cloete menceritakan mengenai pengalaman Gerrit Slinger, salah seorang anggota suku Hottentots yang saat sedang berperang dengan suku Bushmen, menjumpai sembilan Unicorn dan menembak salah satunya. Menurut Slinger:
"Makhluk itu menyerupai seekor kuda dengan warna abu-abu terang. Di bawah rahangnya ada garis putih. Ia juga memiliki satu tanduk yang tumbuh tepat di tengah kepalanya. Kepala makhluk ini seperti kuda dan ukurannya pun kira-kira sama."
Mr.Cloete juga menegaskan kalau hewan ini telah dikonfirmasikan keberadaannya oleh suku Hottentots.

Menarik.

Walaupun mungkin tidak persis seperti gambaran yang kita miliki di buku-buku fiksi, sepertinya makhluk bertanduk satu menyerupai kuda benar-benar pernah ada di dunia!

Elasmotherium
Tentu saja sebagian peneliti akan tetap menolak keberadaannya dan menganggap Unicorn hanya sebagai makhluk rekaan atau makhluk mitologi seperti naga. Namun ada sebagian peneliti yang mencoba untuk melihat dasar pembentukan kepercayaan mengenai Unicorn.

Mereka percaya kalau Unicorn itu mungkin adalah makhluk yang disebut Elasmotherium, seekor badak Eurasia yang sudah punah jutaan tahun yang lalu.


Walaupun diperkirakan telah punah jutaan tahun yang lalu, anehnya, di beberapa suku purba di dunia ada legenda mengenai hewan besar berambut yang berbentuk seperti sapi dengan satu tanduk besar di kepalanya. Persis seperti Elasmotherium.

Legenda-legenda suku ini dipercaya telah menjadi dasar pembentukan legenda Unicorn modern.

Namun, apakah Elasmotherium terlihat memiliki tubuh seperti kuda seperti deskripsi para penulis kuno? Sepertinya tidak.

Kalau begitu mungkinkah di luar sana masih ada hewan misterius yang kita kenal dengan sebutan Unicorn?

sumber
Read More >>

Rabu, 19 Januari 2011

FOTO IKAN DUYUNG KEPULAUAN SELAYAR Kisah Mistis Dongeng Ikan Jelmaan Manusia

GAMBAR IKAN DUYUNG CERITA ANEH 2011 Foto Ikan Duyung Kepulauan Selayar Kisah Mistis Dongeng Ikan Jelmaan Manusia. SULSEL - Selasa pagi, 11 Januari 2011, warga Dusun Tongke-Tongke, Desa Lowa, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, mendadak gempar. Pasalnya, ditemukan seekor makhluk laut sejenis ikan yang diyakini warga setempat merupakan penjelmaan manusia dan hewan laut. Para nelayan di situ bahkan meyakini itu seekor 'ikan duyung'.
Belum jelas, apa sebetulnya makhluk aneh ini.

Hewan berkelamin betina ini ditemukan warga Dusun Tongke-Tongke bernama Juma Ali (40), terdampar di pesisir pantai Bala-Bala Desa Lowa. Sesaat sebelum ditemukan, makhluk laut yang disebut-sebut penduduk sejatinya seorang manusia asal Kota Kendari yang dikutuk sihir ini, nyaris tak dapat menyambung nafas.

Pasalnya, tubuh hewan laut tersebut telah ditempeli sejumlah gomi--sejenis lintah penghisap darah--sebesar telapak tangan orang dewasa. Beruntung, Juma Ali dapat menanggalkan lintah-lintah laut itu.

Setelah itu, Juma Ali mencoba mengembalikan hewan langka itu ke laut. Akan tetapi, 'ikan duyung' ini seperti selalu menolak meronta-ronta. Juma Ali lalu memutuskan untuk memeliharanya. Seutas tali diikatkannya di bagian ekor. Tujuannya: sebagai tolak bala, untuk menghindarkan Dusun Tongke-tongke dari hantaman badai dan gelombang pasang yang sedang mengamuk belakangan ini.

Semenjak menemukan hewan pemakan rumput laut itu, Juma Ali jadi sibuk bukan kepalang. Dia nyaris tidak lagi dapat melaksanakan aktivitas rutinnya.

Tiap hari, dia harus memenuhi permintaan warga setempat dan juga aparat dari instansi pemerintah setempat yang datang ke situ untuk sekadar menyaksikan dan mengabadikan foto ikan langka ini.

Payahnya, mereka yang ramai datang berkunjung, jarang yang mau menyisipkan rupiah ke kocek Juma Ali. Jadilah Juma Ali, yang kadang harus melawan dingin untuk meladeni permintaan penonton, gigit jari sembari memendam dongkol.

Memasuki hari keenam makhluk aneh itu ditemukan, berbagai cerita mistik dan dongeng makin menyebar ke seantero kampung. Ada yang bilang 'ikan duyung' itu seperti selalu malu-malu kucing jika didekati orang laki-laki. Yang lain lagi berkisah ia selalu menangis saat merasa terancam. Ada juga yang sampai bermimpi gawat: diancam makhluk itu bahwa bila tak segera dilepas ke laut bebas, maka Pulau Selayar dan sekitarnya segera akan musnah ditelan samudera. vivanews.com
 
sumber: http://besteasyseo.blogspot.com/2011/01/foto-ikan-duyung-kepulauan-selayar.html
Read More >>

Selasa, 18 Januari 2011

Misteri Kematian Burung Rumania Terpecahkan

INILAH.COM, Jakarta - Satu lagi misteri kematian massal burung di sejumlah negara terpecahkan. Setelah kemarin Italia, kali ini misteri serupa di Rumania. Apa penyebabnya?

Puluhan burung mati yang ditemukan di pinggiran Constanta, Rumania, ternyata akibat keracunan alkohol. Ahli sempat khawatir kematian burung jalak tersebut akibat flu burung. Namun dokter hewan menemukan konsumsi anggur marc yang menjadi sisa pembuatan minuman anggur di perut burung.
“Mereka meninggal akibat keracunan alkohol,” ujar Dvsva, kepala otoritas sanitasi dan pengobatan hewan, seperti dikutip dari Daily Mail.
http://www.thegreengirls.com/blog/image.axd?picture=louisianadeadbirds.jpg
Misteri ini menjadi perhatian sebagian besar masyarakat dunia karena serentetan kematian massal ikan dan burung terjadi di seluruh dunia. Mayoritas disebabkan cuaca dingin.
Ribuan ikan ditemukan tewan di pelabuhan Chicago, Amerika Serikat. Selain itu, 100 burung kecil ditemukan mati di jalan raya California.
Namun masih banyak kematian yang tidak dapat dijelaskan yaitu peristiwa di Swedia, Inggris dan Selandia Baru. Teori konspirasi terus bermunculan seperti pengujian rahasia pemerintah hingga pertanda kiamat.
Read More >>

Sabtu, 15 Januari 2011

Foto Kucing Menonton Kucing di TV

Semua orang suka hewan peliharaan mereka, dan ketika Anda melihat kucing menonton kucing lain di TV sangat lucu.



















© haxims.blogspot.com




















































 
sumber: http://haxims.blogspot.com/2011/01/foto-kucing-menonton-kucing-di-tv.html
Read More >>