Tampilkan postingan dengan label Atlit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Atlit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Januari 2011

5 Takhayul Pemain Sepakbola Dunia

Takhayul bisa terdapat di bidang apa saja. Mulai dari bisnis, ekonomi, hukum dan juga olahraga. Bahkan tak sedikit yang secara khusus memberi perhatian khusus untuk hal ini.

Ya, sebagian orang di dunia ini percaya jika hasil akhir tak hanya ditentukan oleh usaha dari orang tersebut dan Yang Di Atas, tapi juga oleh kekuatan lain yang tidak bisa dijelaskan secara gamblang.

Di sepakbola juga demikian, dan hal ini lebih pada kepercayaan dan sugesti seseorang tersebut.Di benua Afrika, hampir sebagai besar pemainnya memiliki cara tersendiri untuk bisa yakin akan mengakhiri, atau setidaknya menjalani pertandingan dengan baik. Tapi ternyata, para pesepakbola internasional yang sudah memiliki nama besar juga percaya dengan takhayul semacam ini.

1. David James
Secara blak-blakan, kiper Portsmouth itu mengungkapkan kebiasaan joroknya sebelum bermain. Ritual pertamanya adalah diam seribu bahasa mulai dari H-1 pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan.Selain itu, James juga hanya akan kencing di saat toilet tidak ada satu orang pun. Ritual dilanjutkan dengan meludah di dinding.

2.Johan Cruyff
Legenda sepakbola Belanda itu juga punya kebiasaan yang tak kalah unik, mulai dari menjadikan kiper Gert Bals sebagai sansak hidup saat masih di Ajax, hingga membuang permen karet yang dikunyahnya ke lapangan lawan sebelum kick-off.

Ritual yang terakhir sempat lupa dilakukannya saat Ajax melawan AC Milan di final Piala Eropa 1969. Hasilnya, Ajax babak belur dihajar AC Milan 4-1.

3.Pele
http://handycathue.files.wordpress.com/2008/08/pele-2.jpeg
Legenda sepakbola Brasil ini yakin jika ingin terus menunjukkan penampilan terbaik, Pele harus bermain dengan jersey tim yang sama.Pernah pada suatu ketika dia secara tidak sadar memberikan kaosnya itu ke seorang fans. Sadar telah membuat kesalahan, Pele meminta seseorang untuk mancari kaos tersebut. Penampilan Pele sendiri saat itu tidak karuan. Seminggu kemudian kaos Pele ditemukan dan dia bisa tampil baik lagi.Rupanya, teman Pele yang memberi kaos tersebut tidak mengatakan jika kaos yang diberikannya itu adalah kaos lain.

4.Bobby Moore
Kapten tim nasional Inggris di eran 60-an hingga 70-an itu memiliki kebiasaan unik mengenakan celana bolanya hanya setelah orang lain di kamar ganti telah selesai mengenakan pakaian mereka.

5.John Terry
Kapten Chelsea itu hanya akan kencing di toilet yang sama di Stamford Bridge. Jika ada yang menggunakannya, John Terry akan menunggu siapapun yang menggunakannya hingga selesai. John Terry juga hanya akan parkir di tempat sama.

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5989105
Read More >>

Jumat, 07 Januari 2011

James Zaidan Saragih Saya ingin Masuk Timnas Indonesia

James Zaidan Saragih Saya ingin Masuk Timnas Indonesia - Harapan besar terpencar dalam sosok James Zaidan Saragih begitu tiba di Bandara Soekarno-Hatta tadi malam. Gelandang tengah asal New York Cosmos ini sudah siap memperebutkan tempat di timnas U-23 Indonesia.
Pelatnas dalam rangka persiapan SEA Games dan kualifikasi Olimpiade akan dimulai besok. James akan tergabung dengan 33 pemain lainnya untuk tahap seleksi pertama.

"Perjalanan yang melelahkan, tapi saya siap mengikuti seleksi tim nasional Indonesia," ujar James.

Kiprah James di luar negeri memang tidak diketahui banyak pihak. Tapi sederetan prestasi sudah diraih pemain yang lahir di New York pada 23 Maret 1991 ini.

"Saya masuk akademi New York Greek American Atlas sejak usia 8 tahun, dan menjadi kapten tim selama kurang lebih sepuluh tahun," katanya.

Selama di New York, James menghabiskan waktu dua tahun menekuni ODP (Olympic Development Program), sebuah program pengembangan remaja-remaja berbakat di Amerika Serikat dengan tujuan menyaring peserta Olimpiade dari semua cabang olahraga, termasuk sepakbola.

Hasilnya fantastis. James mengikuti berbagai turnamen domestik maupun internasional khusus remaja. Beberapa di antaranya adalah The Score Tournaments, Dallas Cup, Las Vegas Mayor's Cup, Zadar International Tournament di Kroasia pada tahun 2005, dan setahun kemudian Thessaloniki's International Tournament di Yunani.

Selain itu, James merupakan salah satu pencetak gol terbanyak di ODP, dan sukses membantu timnya juara Region 1. Di sekolahnya, Long Island City High School, James menjadi pemain kunci dan terpilih sebagai Pemain Terbaik 2008.

Anak pertama dari pasangan Nazaruddin Saragih dan Artita ini pernah mengikuti seleksi Persebaya U-21 pada bulan Maret tahun lalu. Kala itu, ketua umum Pengcab PSSI Surabaya, Saleh Ismail Mukadar, sudah menilai James sebagai pemain yang sensasional.

Sayangnya, James terkendala masalah administrasi, dan setelah dua bulan berlatih di Surabaya, dia terpaksa kembali ke New York karena belum memperoleh kewarganegaraan Indonesia. Pasalnya, Superliga Indonesia U-21 tidak mengizinkan adanya pemain asing. Setidaknya dari pengalaman tersebut, James bisa memahami bahasa Indonesia, walaupun belum lancar dalam berbicara.

"Saya lahir di New York dan otomatis menjadi warga negara Amerika Serikat. Tapi saya ingin memegang paspor Indonesia supaya bisa masuk tim nasional. Saya rela pindah ke Indonesia dan meninggalkan New York," kata James.

Postur tubuh James - tinggi 180 cm dan berat badan 81 kg - terbilang sangat ideal dengan posisinya sebagai penyerang di lini tengah. Bahkan, dia bertekad bisa sejajar dengan Wesley Sneijder, bintang Inter Milan dan timnas Belanda.

"Favorit saya adalah Sneijder. Saya berharap bisa main seperti dia suatu saat nanti," timpalnya.

Aksi individunya patut dinantikan dalam seleksi U-23 yang akan dimulai besok. Mari tengok aksi calon bintang Indonesia berikutnya. Dengan sederet prestasi dan pengalaman bermain di atas, sinar Zaidan Saragih bisa jadi lebih hebat bersinar ketimbang Irfan Bachdim sekalipun.
 
sumber: http://www.info-infos.co.cc/2011/01/james-zaidan-saragih-saya-ingin-masuk.html
Read More >>

Senin, 03 Januari 2011

Hebat,Okto Masuk 10 Pemain Asia Layak Ke Eropa

Satu pemain Thailand sudah direkomendasikan ke raksasa Eropa, Manchester United.
Oktovianus Maniani (ANTARA/Andika Wahyu)

Sebagai benua terbesar yang punya jumlah penduduk paling banyak pula, Asia tentu menyimpan bakat-bakat sepakbola yang hebat. ESPNsoccernet mencoba untuk memprediksi siapa saja yang bisa bersinar atau setidaknya cukup bagus untuk main di Liga Eropa. Ada satu orang Indonesia di dalam daftar.

Deng Zhuoxiang (Shandon/China)
Midfielder ini tampil luar biasa di Piala Asia Timur tahun lalu. Termasuk
saat ia mencetak gol ke gawang Korea Selatan yang menghadirkan kemenangan pertama bagi China atas Taeguk Warrior. Klub-klub di Korea dan Jepang mencoba untuk menariknya tapi tak sanggup dengan harganya. Mungkin sudah saatnya untuk klub Eropa 'ikut campur.'

Ismail Matar (Al Wahda/UEA)
Pemain ini adalah harapan dari kawasan teluk. Ia adalah pemenang bola emas di World Youth Championship tahun 2003. Sebenarnya ia sangat pantas main di Eropa. Namun klubnya yang kaya mampu menahannya untuk tidak pergi ke mana-mana. Ia kemudian juga menjadi bintang di Piala Teluk 2007 sekaligus membantu UAE untuk menjadi juara pertama kalinya. Berkat jasanya itu ia mendapat hadiah dua ekor unta. Ismail Matar pantas mendapat alat transportasi yang lebih bagus dari unta!

Koo Ja Cheol (Jeju United/Korea Selatan)
Ia sempat dihubungkan dengan Blackburn Rovers awal tahun ini. Klub Swiss Young Boys of Berne juga tertarik padanya namun tak sanggup membayar. Anehnya Koo bukanlah pilihan reguler di timnas Korsel walau ia terpilih menjadi pemian tengah terbaik K-League musim lalu. Mampu mengamankan bola dan siap melepaskan umpan kapan saja. Eksekusi bola matinya juga mantap. Banyak yang percara kepindahannya ke Eropa hanya masalah waktu.

Kawin Thamsatchanan (Muang Thong United/Thailand)
Asia Tenggara tak punya sejarah kuat memiliki kiper yang kuat. Namun
pemain berusia 19 tahun ini memperlihatkan kalau ia bisa memenuhi
kulaifikasi untuk menjadi kiper hebat. Absennya ia di Piala AFF sangat
disayangkan oleh fans Thailand. Seorang pemandu bakat Inggris telah
merekomendasikannya pada Manchester United. Menarik untuk ditunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Yasser Al Qahtani (Al Hilal/Arab Saudi)
Ia layak menjadi bintang yang paling terang di kawasan teluk.'The Sniper' tak pernah mencoba peruntungannya di Eropa. Jika ia mampu mengasah mentalnya untuk siap main di level tertinggi, karirnya akan melesat. Walau usianya sudah 28 tahun, ia masih gesit dan bagus dalam duel udara.

Oktovianus Maniani (Sriwijaya/Indonesia)
Sayap mungil Sriwijaya ini mencuri perhatian saat tampil di Piala AFF
2010. Ia berjasa besar membawa Indonesia lolos ke partai final. Ia sangat cepat dan usianya baru 20 tahun. Octo disebut sebagai 'Ryan Giggs-nya Indonesia' diharapkan bisa terus konsisten dan mampu mengasah umpan silangnya.

Karim Ansarifard (Saipa/Iran)
Karim adalah penerus kejayaan Ali Daei sebagai nyawa timnas Iran. Dan
sang lengenda sendirilah yang memberikan kesempatan bagi Karim untuk menjadi pilihan utama di Saipa di tahun 2007. Dua tahun kemudian ia sudah main untuk timnas. Borussia Dortmund sudah menyatakan ketertarikannya namun belum ada yang pasti.

Jungo Fujimoto (Shimizu S-Pulse/Jepang)
Sang playmaker sedang dikejar-kejar Nagoya Grampuss. Namun pemain berusai
26 tahun ini tak mau tanggung-tanggung. Rookie of the year J-League tahun
2006 ini ingin menjelajah Eropa.

Alexander Geynrikh (Pahktakor/Uzbekistan)
Ia adalah mesin gol di kawasan Asia Tengah. Kepalanya terkenal sering
menghadirkan kekacauan di kotak penalti lawan. Dua tim di Moscow, Torpedo dan CSKA, tertarik untuk memiliki Geynrikh. Kini ia siap main di Eropa atau setidaknya di Rusia.

Firas Al-Khatib (Al Qadsia/Suriah)
Suriah bukanlah negara elit untuk urusan sepakbola. Namun Al-Khatib
pantas untuk muncul ke permukaan. Kini ia main untuk salah satu klub
terbesar teluk, Al Qadsia Kuwait. Ia sangat jeli mencari posisi dan
diramalkan akan menjadi salah satu bintang di benua Asia.


sumber http://bola.vivanews.com/news/read/197014-10-pemain-asia-layak-ke-eropa--satu-dari-ina
Read More >>

Minggu, 02 Januari 2011

Alasan Mengapa Irfan Bachdim Dicoret dari PSSI

Bagi pengamat olahraga, Sumohadi Marsis, hal wajar jika seorang pemain dikeluarkan jika PSSI yang menentukannya. Hal ini karena menurutnya PSSI hanya mengenal satu kompetisi, yaitu Indonesia Super League (LSI).

http://supermilan.files.wordpress.com/2010/12/irfan-bachdim4.jpg?w=287&h=236


Menurut Sumohadi, hal wajar itu juga terkait bahwa setiap liga memang seharusnya berada di bawah panduan PSSI. Bahkan menurutnya di berbagai belahan dunia, hanya ada satu kompetisi profesional tertinggi yang dibawahi oleh persatuan sepakbola di negaranya masing-masing.

Saat ini tinggal, si pemain yaitu Irfan bachdim yang menurutnya harus memilih. Tetap berada di klubnya dengan aturan tak boleh bermain di tim nasional atau memilih hengkang dari klub dan mencari klub baru di ISL. ''Semuanya tergantung pemain saya rasa,''

Bagi Sumohadi sendiri, ia lebih menyoroti keluarnya klub-klub bola ISL ke Liga Primer Indonesia (LPI). Baginya hal ini menunjukkan ada sesuatu yang harus dibenahi PSSI.
"Seperti isu pengaturan skro yang hingga kini belum dibereskan, meski ada satgas Anti Suap, tetapi belum ada hasilnya. Makanya hingga kini isu pengaturan skor masih terus ada dan menggelayuti ISL, hal ini perlu diperhatikan benar-benar oleh PSSI,'' pungkasnya.

Irfan Bachdim,  striker yang masih terikat kontrak dengan klub Persema Malang ini memang erancam dicoret dari timnas Indonesia. Hal ini menyusul keputusan Persema Malang keluar dari kompetisi PSSI 'Liga Super Indonesia' 2010 untuk gabung dengan kompetisi tandingan Liga Primer Indonesia (LPI).

PSSI yang tak mengakui LPI, sejak awal mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada pemain, pelatih dan ofisial klub yang tergabung di LPI. Salah satu ancaman PSSI juga mencoret nama pemain Timnas yang tergabung di klub peserta LPI. 
 
sumber: http://dunia-panas.blogspot.com/2011/01/alasan-mengapa-irfan-bachdim-dicoret.html
Read More >>

Jumat, 31 Desember 2010

Irfan Bachdim Menangis dan Firman Utina Terpilih Pemain Terbaik

Irfan Bachdim terlihat menangis kala diganti Eka Ramdani dalam laga leg kedua Final Piala AFF 2010 di menit ke-57. Saat itu, Indonesia tertinggal lewat gol striker Malaysia, M Safee

Bachdim terlihat tertunduk. Tangannya terlihat mengusap kelopak mata yang basah. Meski begitu, ia berusaha kuat dan tetap melangkah ke bangku cadangan.

http://suzannita.files.wordpress.com/2010/12/irfan-bachdim-saat-laga-lawan-laos.jpg

Skor akhir pertandingan 2-1 untuk Indonesia. Pun skor itu tak membuat Malaysia terjegal. Tiga gol kandang mereka membuat agregat skor akhir menjadi 4-2. Mereka menjadi Juara Baru di ajang Piala AFF 2010. 

Namun kapten Firman Utina menjadi pemain terbaik Piala AFF 2010, Rabu (29/12). Di laga kedua final Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Firman gagal menuntaskan penalti pada menit ke-18. Tendangan Firman masih mampu di tangkap dengan baik oleh kiper Malaysia Khairul Fahmi bin Che Mat. 

Dan Safee Sali sebagai top skorer Piala AFF 2010 dengan koleksi lima gol--tiga gol dilesakkan ke gawang Indonesia. 
 
sumber: http://dunia-panas.blogspot.com/2010/12/irfan-bachdim-menangis-dan-firman-utina.html
Read More >>

Kisah Ngutang Demi Sepatu, Antarkan Arif Suyono Sukses ke Timnas

Kisah perjalanan Arif Suyono meniti karir sebagai pesepakbola profesional tidak mulus-mulus saja. Pada satu waktu, supersub timnas Indonesia di Piala AFF 2010 itu bahkan harus mendapatkan sepatu sepakbola hasil berutang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar sepuluh tahun lalu, saat Arif masih berusia 16 tahun. Ketika itu pemuda kelahiran Batu, Malang, tersebut hendak ikut seleksi masuk ke dalam tim Piala Gubernur.

Arif Suyono, perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil

Arif Suyono, perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil

Yang menjadi masalah, alumni SMU Islam Batu tersebut tidak lagi memiliki sepatu sepakbola yang layak pakai. Sepatu yang ia miliki saat itu, sebuah sepatu pemberian teman sekolahnya, sudah koyak. Kegelisahan gelandang Sriwijaya FC itu tak luput dari perhatian keluarga besarnya. Ningsih, kakak kedua Arif, pun akhirnya nekat berutang sepatubola dengan harga Rp 150 ribu demi sang adik.

“Kami kasihan lihat dia, bingung untuk dapat sepatu, kemudian kami sepakat mengutangkan di sebuah toko sepatu yang saya kenal,” cerita Ningsih sembari meneteskan air mata. Melihat kakaknya membawa sepatu baru, Arif muda tak ayal langsung berlinangan air mata. “Kemudian dia berangkat dengan menangis. Kami sekeluarga tiap malam menggelar salat untuk mendoakan dia saat itu. Agar bisa jadi orang sukses,” tutur Ningsih.

Faktor ekonomi memang menjadi salah satu kendala dalam perjalanan Arif menimba ilmu sepakbola. Tak jarang ia sampai harus menunggu hasil upah sang ayah sebagai buruh di pasar, sebelum berangkat latihan. “Kalau mau minta ongkos berangkat, kami kakak-kakaknya harus meminta uang kepada bapak, dengan mendatangi ke pasar,” ungkap Ningsih.

Untungnya Arif yang kelahiran 3 Januari 1984 tersebut memang dapat limpahan dukungan tanpa henti dari keluarga besarnya. Impian pemain yang dibesarkan bersama 12 saudaranya itu selalu ditempatkan sebagai prioritas keluarganya. “Tujuan kami saat itu Arif biar jadi orang sukses dan mampu membantu keluarga. Karena kami 12 bersaudara dengan orangtua hanya kerja serabutan,” ujar Ningsih yang tiada hentinya meneteskan air mata.

Saat ini Arif sudah sukses, tapi ia tidak lupa kalau apa yang ia peroleh saat ini tidak lepas dari peran keluarga. Maka keluarga besarnya pun pun ikut menikmati hasilnya. Melalui kucuran dana Arif, bisnis keluarga dibangun melalui usaha kripik.

sumber http://ruanghati.com/2010/12/30/kisah-sejati-ngutang-demi-sepatu-antarkan-arif-suyono-sukses-ke-timnas/
Read More >>