Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

Awan Raksasa Menggulung Mengerikan Seperti akan Kiamat [Foto Spektakuler]

Awan raksasa yang menggulung tergambar di langit di atas rumah fotografer Rob Sharrock. Kadang kadang begitu sulitnya untuk mencari sebuah tampilan untuk diambil gambar fotonya, tetapi sebaliknya terkadang gambar datang dengan sendirinya kepada Anda. Seorang fotografer pernikahan cukup beruntung untuk melangkah keluar dari pintu depan dan menyaksikan sebuah fenomena alam yang langka sebuah adegan luar biasa jarang terjadi.

Rob Sharrock tersentak dan segera mengambil kamera Nikon D300 dan berlari keluar untuk menangkap awan menggulung mengerikan bagaikan pertanda Judgement Day wow yang tampaknya berlangsung selamanya. Mr Sharrock, dari Warrnambool, Victoria, Australia, tinggal di rumah dengan tenda di sebelah kiri foto. Awan yang menggulung ini adalah subtipe awan arcus – Awan arcus adalah awan yang juga sering muncul untuk mendahului badai.
 
An incredible roll cloud dominates the skies above the photographer’s house in Australia. Roll clouds ocurr ahead of storm fronts
Mr Sharrock berkata: “Sungguh menakjubkan. Aku tidak percaya keberuntungan saya dalam mendapatkan suatu fenomena langka seperti ini tepat di luar rumah saya sendiri. “Aku hanya melihat di langit dan berkata” Bloody hell, apa yang di bumi itu? Ini tampaknya berlangsung sepanjang beberapa kilometer. Fenomena alam yang Benar-benar luar biasa.”
http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-1312512/Incredible-giant-roll-cloud-looms-houses.html
Read More >>

Sabtu, 22 Januari 2011

Satelit Lapan-Tubsat diluncurkan pada 10 Januari 2007. Foto erupsi Merapi jadi prestasi.

VIVAnews - Empat tahun lalu, tepatnya pada 10 Januari 2007, satelit mikro yang dikembangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerja sama dengan Universitas Teknik Berlin diluncurkan ke angkasa dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, India.

Satelit pertama RI itu dinamakan Lapan-Tubsat. Ia berbentuk kotak dengan berat 57 kilogram dan dimensi 45 x 45 x 27 centimeter.


Meski kecil, tugas satelit ini tak bisa dianggap remeh. Lapan-Tubsat digunakan untuk melakukan pemantauan langsung situasi di Bumi seperti kebakaran hutan, gunung berapi, banjir, menyimpan dan meneruskan pesan komunikasi di wilayah Indonesia, serta untuk misi komunikasi bergerak.


Satelit ini berorbit polar atau mengelilingi bumi dengan melewati kutub. Satelit tersebut melewati wilayah Indonesia sebanyak dua kali per hari.


Selama empat tahun, Lapan-Tubsat telah menghasilkan berbagai
video pemantauan bencana misalnya gunung meletus, pemantauan kebakaran hutan, dan pemantauan perkembangan jembatan Suramadu.

Yang membanggakan, hingga saat ini Lapan-Tubsat masih mengorbit. Ini di luar perkiraan. "Ini merupakan hal yang luar biasa bagi sebuah satelit mikro karena banyak satelit semacam ini hanya berusia dua tahun," kata Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Soewarto Hardhienata, dalam rilis yang diterima VIVAnews, Selasa 18 Januari 2011.


Jika tak ada anomali, Lapan-Tubsat diperkirakan masih terus beroperasi selama beberapa tahun mendatang.


Salah satu prestasi Lapan-Tubsat adalah dapat mengambil gambar letusan Gunung Merapi pada 2010.


Saat itu, satelit-satelit penginderaan jauh milik negara-negara maju, tidak dapat mengambil gambar gunung itu karena seluruh wilayah udara di Merapi tertutup awan akibat erupsi.


"Inilah kelebihan Lapan-Tubsat. Satelit ini dapat digerakkan, sehingga mampu ’melirik’ dari sisi samping wilayah yang ingin dilihat. Pada satu hari itu, hanya Lapan-Tubsat yang berhasil melihat Merapi dari 650 kilometer di atas permukaan bumi," kata Kepala Bidang Teknologi Ruas Bumi Dirgantara Lapan, Chusnul Tri Judianto. 


Ingin tahu seperti apa hasil karya Lapan-Tubsat? Lihat foto di bawah ini:


Erupsi Merapi 05-11-2010 (Lapan-Tubsat)
Gambar erupsi Merapi yang diambil dari Satelit Lapan-Tubsat

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Erupsi Merapi 05-11-2010
Gambar erupsi Merapi yang diambil dari Satelit Lapan-Tubsat (2)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kawah Merapi 24 Mei 2007 (Lapan-Tubsat)
Kawah Merapi 2007 yang diambil Satelit  Lapan-Tubsat

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Erupsi Bromo 28 November 2010 (Lapan-Tubsat)
Foto Erupsi Bromo yang diambil Satelit  Lapan-Tubsat
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 Bandara Biak 29 Agustus 2010 (Lapan-Tubsat)
Foto Bandara Biak yang diambil Satelit  Lapan-Tubsat

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kepulauan Maluku Utara 2 Mei 2010 (Lapan-Tubsat)
Kepulauan Maluku Utara yang diambil Satelit  Lapan-Tubsat

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Tangkuban Perahu 28 April 2009 (Lapan-Tubsat)
Tangkuban Perahu yang diambil dari Satelit Lapan-Tubsat
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: http://marcolausantosa.blogspot.com/2011/01/ini-foto-karya-satelit-pertama-buatan.html
Read More >>

Jumat, 21 Januari 2011

Matahari Terbit Dua Hari Lebih Cepat Dari Biasanya di Greenland

Matahari di atas Greenland, negara pulau yang terletak di antara Laut Arctic dan Atlantic dan sebelah timur Kanada, muncul dua hari lebih cepat dari jadwal biasanya. Menurut para ilmuwan, matahari yang biasanya terbit di awal tahun ini merupakan tanda berakhirnya malam panjang selama satu setengah bulan di sana.

http://image.tempointeraktif.com/?id=43530
 
Tapi untuk pertama kalinya dalam sejarah matahari terlihat di garis horizon pada pukul 13.00 waktu setempat pada 11 Januari lalu. Padahal, menurut jadwal, matahari semestinya bersinar pada 13 Januari.
 
Kejadian langka ini diduga karena lapisan atas permukaan es di Greenland mencair sehingga sinar matahari mampu menembus lebih awal. Teori ini didasarkan atas studi perubahan cuaca yang membuktikan bahwa tingkat lapisan atas es di Greenland mulai menurun.
 
Laporan dari Organisasi Meteorologi Dunia menyebutkan bahwa suhu di Greenland naik sekitar 3 derajat Celcius dari suhu rata-rata tahun lalu.
 
Selain itu, pada Desember lalu suhu udara juga lebih hangat dari biasanya dan hujan lebih banyak turun ketimbang salju. Beberapa kalangan berpendapat bahwa kemunculan matahari yang lebih cepat dua hari itu kemungkinan ada kaitannya dengan fenomena luar angkasa.
 
Tapi, Wolfgang Lenhardt, direktur departemen geofisika Central Institute Meteorology di Wina, menolak teori tersebut. “Konstelasi bintang tak pernah berubah. Jika itu terjadi, pasti akan terjadi kekacauan di bumi,” katanya.


Sumber :
tempointeraktif.com
Read More >>

Senin, 17 Januari 2011

Mengenal Lebih Detail Seluk-Beluk Gelombang Laut

Gelombang / ombak yang terjadi di lautan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam tergantung kepada gaya pembangkitnya. Pembangkit gelombang laut dapat disebabkan oleh: angin (gelombang angin), gaya tarik menarik bumi-bulan-matahari (gelombang pasang-surut), gempa (vulkanik atau tektonik) di dasar laut (gelombang tsunami), ataupun gelombang yang disebabkan oleh gerakan kapal.


Gelombang yang sehari-hari terjadi dan diperhitungkan dalam bidang teknik pantai adalah gelombang angin dan pasang-surut (pasut).
 

 
Energi gelombang akan membangkitkan arus dan mempengaruhi pergerakan sedimen dalam arah tegak lurus pantai (cross-shore) dan sejajar pantai (longshore). Pada perencanaan teknis bidang teknik pantai, gelombang merupakan faktor utama yang diperhitungkan karena akan menyebabkan gaya-gaya yang bekerja pada bangunan pantai.
 

Apa Itu Gelombang Laut ?

Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut disebabkan oleh angin.


Angin di atas lautan mentransfer energinya ke perairan, menyebabkan riak-riak, alun / bukit, dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang. Dalam bidang oseanografi, Ombak dikenal sebagai gelombang dalam (internal wave).

Fenomena ini juga ada dalam bidang meteorologi, dimana gelombang menjalar pada lapisan antar muka antara udara yang hangat dan dingin. Para ahli meteorologi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk gas yaitu atmosfer, sedangkan para ahli oseanografi lebih banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk cair yaitu air laut.
 

Mekanisme Terjadinya Gelombang Laut


Amati gerak pelampung di dalam gambar animasi gelombang di atas. Perhatikan bahwa sebenarnya pelampung bergerak dalam suatu lingkaran (orbital) ketika gelombang bergerak naik dan turun.

Partikel air berada dalam satu tempat, bergerak di suatu lingkaran, naik dan turun dengan suatu gerakan kecil dari sisi satu kembali ke sisi semula. Gerakan ini memberi gambaran suatu bentuk gelombang. Pelampung yang mengapung di air pindah ke pola yang sama, naik turun di suatu lingkaran yang lambat, yang dibawa oleh pergerakan air.
 

 
Di bawah permukaan, gerakan berputar gelombang itu semakin mengecil. Ada gerak orbital yang mengecil seiring dengan kedalaman air, sehingga kemudian di dasar hanya akan meninggalkan suatu gerakan kecil mendatar dari sisi ke sisi yang disebut “surge” .

 

Pergerakan Perjalanan Gelombang Menuju Pantai

Ketinggian dan periode gelombang tergantung kepada panjang fetch pembangkitannya. Fetch adalah jarak perjalanan tempuh gelombang dari awal pembangkitannya. Fetch ini dibatasi oleh bentuk daratan yang mengelilingi laut. Semakin panjang jarak fetchnya, ketinggian gelombangnya akan semakin besar.


Angin juga mempunyai pengaruh yang penting pada ketinggian gelombang. Angin yang lebih kuat akan menghasilkan gelombang yang lebih besar. Gelombang yang menjalar dari laut dalam (deep water) menuju ke pantai akan mengalami perubahan bentuk karena adanya perubahan kedalaman laut.

Apabila gelombang bergerak mendekati pantai, pergerakan gelombang di bagian bawah yang berbatasan dengan dasar laut akan melambat. Ini adalah akibat dari friksi/gesekan antara air dan dasar pantai.

Sementara itu, bagian atas gelombang di permukaan air akan terus melaju. Semakin menuju ke pantai, puncak gelombang akan semakin tajam dan lembahnya akan semakin datar. Fenomena ini yang menyebabkan gelombang tersebut kemudian pecah.
 
 

Tipe gelombang, bila dipandang dari sisi sifat-sifatnya

1. Gelombang pembangun/pembentuk pantai (Constructive wave)


Yang termasuk gelombang pembentuk pantai, bercirikan mempunyai ketinggian kecil dan kecepatan rambatnya rendah. Sehingga saat gelombang tersebut pecah di pantai akan mengangkut sedimen (material pantai).

Material pantai akan tertinggal di pantai (deposit) ketika aliran balik dari gelombang pecah meresap ke dalam pasir atau pelan-pelan mengalir kembali ke laut.

2. Gelombang perusak pantai (Destructive wave)


Sedangkan gelombang perusak pantai biasanya mempunyai ketinggian dan kecepatan rambat yang besar (sangat tinggi). Air yang kembali berputar mempunyai lebih sedikit waktu untuk meresap ke dalam pasir.

Ketika gelombang datang kembali menghantam pantai akan ada banyak volume air yang terkumpul dan mengangkut material pantai menuju ke tengah laut atau ke tempat lain.

 

Fungsi Luar Biasa Dari Gelombang Laut

1. Menjaga Kestabilan Suhu Dari Iklim Dunia


 
Jelas bahwa ombak lautan tidak dapat terjadi tanpa angin. Mula-mula menyebabkan riak di permukaan laut dan kemudian gelombang, Gelombang membantu meminimalkan suhu ekstrem di planet ini, memindahkan air dingin dari kutub, sementara pada saat yang sama bergerak air hangat dari khatulistiwa ke arah yang dingin.
 

2. Melalui Permukaan Ombak, Terjadi Pertukaran Gas


 
Di permukaan gelombang laut, pertukaran gas terjadi dimana oksigen keluar dan karbon dioksida masuk ke dalam permukaan gelombang laut tersebut
 

3. Meningkatkan kemampuan adaptasi dan kekuatan dari Makhluk hidup


 
Karena gelombang pecah di pantai, makhluk yang ada di laut harus lebih kuat dan lebih beradaptasi untuk bertahan tidak terbawa oleh ombak ke pantai. Tanpa gelombang, tidak akan ada sebagian spesies yang hidup di laut.
 

4. Meningkatkan Adanya Keanekaragaman Hayati


 
Gelombang laut yang disebabkan oleh angin dan ombak memungkinkan penghuni laut agar larva/telur mereka diangkut dengan jarak yang jauh, sehingga muncul spesies baru dari hasil evolusi dan adaptasi dari makhluk laut yang terbawa gelombak laut tersebut
 

5. Gelombang Laut Membantu Adanya Hubungan Simbiosis Mutualisme 


 
Sementara gelombang Laut yang mengikis karang dengan terus menerjang pada mereka, organisme laut telah beradaptasi dengan ini dan menempel ke karang-karag tersebut sehingga disini membantu adanya penundaan pengikisan batu karang tersebut dalam hal ini terjadi hubungan simbiosis sejati.
 

6. Gelombang Laut Membantu Membuat Pantai


 
Pantai diciptakan oleh pasir yang dibawa naik dari dasar laut oleh ombak, yang juga mencuci pasir dan dibersihkan. Pasir diaduk dan tersuspensi dalam air yang memungkinkan untuk diangkut ke pantai oleh ombak.
 

Gelombang Laut Yang Dashyat (Tsunami)


 
Tsunami (bahasa Jepang: tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba.


Sumber :
kaskus.us
Read More >>

Minggu, 16 Januari 2011

10 tempat yang mungkin lenyap akibat perubahan iklim yang ekstrim


Perubahan iklim yang ekstrim dapat mengakibatkan hilangnya ciri dari sebuah daratan.
Entah itu naiknya permukaan laut, penggurunan, angin musim deras, gletser meleleh atau pengasaman laut, perubahan iklim dengan cepat mengubah Daratan planet kita.
Kita mungkin menjadi salah satu generasi terakhir untuk melihat beberapa tempat bumi paling yang dihargai.
Berikut daftar 10 tempat tersebut:
*DIREFRESH GAN KALO GAMBARNYA NGGAK MUNCUL
Spoiler for 1.Taman Nasional Glacier:


Sedikit lebih dari 100 tahun yang lalu, ada sebanyak 150 gletser bertebaran di seluruh Glacier National Park. Pada tahun 2005, hanya tinggal 27, dan diperkirakan mereka juga akan menghilang pada tahun 2030, atau bahkan sebelum itu.

Banyak dari spesies tanaman dan hewan yang membutuhkan air dingin, yang berarti ekosistem taman dapat berubah secara dramatis ketika gletser hilang.

Spoiler for 2.Venesia, Italia:


Venesia pernah mengalami banjir parah pada bulan November 2009, ketika tingkat air mencapai 131 cm.

Venesia telah lama tenggelam, tapi naiknya permukaan air laut telah membuat situasi lebih mengerikan.

Frekuensi banjir meningkat setiap tahun, meninggalkan banyak pertanyaan berapa lama lagi Venice bisa tinggal di atas air.

Spoiler for 3.Great Barrier Reef:


Great barrier reef dapat dilihat dari angkasa, tapi muilai menghilang secara bertahap seiring perubahan iklim.

Meningkatnya suhu lautan, pencemaran air, pengasaman laut dan badai terus merusak terumbu dan telah menyebabkan pemutihan karang massal. Apa yang telah waktu buat dalam 8.000 tahun bagi alam bisa saja menghilang dalam kehidupan kita.

Spoiler for 4.Sahara Afrika:


Oleh beberapa perkiraan, Sahara di Afrika semakin bertambah luas pada tingkat 0,5 kilometer per bulan.

Gurun ini sudah menjadi terbesar di dunia, dan masih bisa meluas lagi kesemua Afrika Utara, mengubah lingkungan benua afrika.

Spoiler for 5.Maladewa:


Maladewa adalah negara terendah di dunia, dengan permukaan tanah maksimum alami 2,3 meter (7 kaki, 7 inci), dan rata-rata hanya 1,5 meter (4 kaki, 11 inci) di atas permukaan laut.

Jika permukaan air laut naik terlalu banyak, negara itu bisa mendapatkan sebuah gelar yang tidak diinginkan: Negara pertama yang ditelan oleh laut karena pemanasan global.

Spoiler for 6.Patagonia:


Sebuah keindahan yang tak tersentuh, Patagonia, Amerika Selatan bisa secara dramatis diubah oleh perubahan iklim.

Banyak dinding gletser yang gugur karena meningkatnya suhu dan curah hujan menurun. Meskipun tanah ini tidak akan hilang sepenuhnya, namun pemandangan yang ada akan sangat berbeda jika pemanasan global terus berlanjut.

Spoiler for 7.Bangladesh:


Terletak di Sungai Gangga-Brahmaputra dataran rendah Delta, Bangladesh berada pusat di badai yang sempurna pada kondisi klimaks. Sekitar 50 persen dari luasnya akan banjir jika permukaan laut akan naik 1 meter.

Bencana alam, seperti banjir, siklon tropis, tornado dan pasang surut terjadi di sini hampir setiap tahun - dengan hasil yang tragis.

Spoiler for 8.Alaska tundra:


Pemanasan global memanaskan Arktik dua kali lebih cepat seluruh dunia, yang berarti Alaska tundra utara yang indah bisa menghilang sepenuhnya bila suhu terus meningkat.

Apabila Alaska tundra mencair, tidak hanya mengubah secara drastis ekosistem, tetapi juga melepaskan karbon tambahan - ironisnya mempercepat pemanasan global.

Spoiler for 9.Australia Selatan:


Sama seperti Sahara di Afrika, penggurunan mengancam Australia Selatan. Di seluruh wilayah, pasokan air segar cepat mengering.

Sementara itu, Dataran kering meningkatkan terjadinya kebakaran hutan, mengancam pertanian, satwa liar dan ratusan rumah Australia.

Spoiler for 10.Alpen:


Alpen Eropa berada di ketinggian lebih rendah dari Rocky Mountains, dan gletser serta resor skinya lebih rentan terhadap dampak dari pemanasan global . Gletser terkenal diperkirakan akan menghilang pada tahun 2050.


Quote:
Pemanasan global adalah peningkatan rata-rata suhu atmosfer di dekat permukaan bumi dan di troposfer, yang dapat berkontribusi terhadap perubahan pola iklim global.

Pemanasan global dapat terjadi dari berbagai penyebab, baik alam dan manusia yang disebabkan.

Dalam penggunaan umum, "pemanasan global" sering merujuk pada pemanasan yang dapat terjadi sebagai akibat dari peningkatan emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia.
Bagaimana dengan di Indonesia???

apakah beberapa pulau di indonesia akan hilang???
apakah jakarta akan tenggelam di tahun 2030???
Spoiler for jakarta:


Permukaan air laut yang terus meningkat, dibarengi dengan turunnya permukaan tanah di wilayah DKI Jakarta, menyebabkan wilayah Jakarta bakal tenggelam pada kurun waktu 2035-2050. Wilayah yang terparah, adalah Jakarta Utara, seperti Ancol, termasuk kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.


"Prediksinya, pasang laut akan terus naik 50 cm sampai 1 meter. Dengan prediksi seperti itu, Jakarta akan tenggelam bukan tidak mungkin akan terjadi," kata pakar tata kota dari Universitas Trisakti Jakarta, Yayat Supriyatna, di Jakarta, Senin (10/11).sumber


Ternyata akibat dari pemanasan global sangat buruk bagi lingkungan kita ya.
Maka dari tiu jagalah lingkungan kita dari sekarang.

Quote:
Paling tidak dengan menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya
Spoiler for UPDATE PIC:

Quote:
Grinnell Gl, Glacier National Park, Montana


1911


2000
Quote:
Moscow, Russia


January 2006


January 2007
Quote:
Rong Bu Glacier, Himalayan glaciers


1968


2007
Quote:
Larsen Ice Shelf, Antarctic Peninsula


before


after


BE NICE AND SAVE OUR WORLD!

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5398901
Read More >>

Sabtu, 15 Januari 2011

15 Bukit Batu Yang Luar Biasa

1. Nameless Tower


2. Cerro Torre, Patagonia, Argentina


3. Saint Matterhorn, Zermatt, Switzerland


4. Las Torres, Torres del Paine National Park, Patagonia


5. Bugaboo Spire, Columbia-Kootenay, Canada


6. Mount Roraima


7. Mount Thor, Baffin Island, Nunavut, Canada


8. Mount Thor, Baffin Island


9. Prekestolen, Kjerag plateau, Forsand, Norway




10. Las Torres de Vajolet, Italian Alps



11. Agulha do Diabo



12. Shiprock, New Mexico



13. Spider Rock



14. Dead Horse Point



15. Meteora, Greece


sumber : http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=123045
Read More >>