Minggu, 11 Desember 2011

Tulisan Kuno Dari Masa Raja Daud


Suatu penemuan yang menarik menyangkut Kitab perjanjian lama dalam dalam bahasa Ibrani, di mana kitab2 perjanjian lama di tulis oleh para nabi. Professor Gershon Galil of the Department of Biblical Studies at the University of Haifa mengatakan bahwa artifak dari bahan tembikar tanah liat tersebut berasal dari abad ke 10 SM, (periode di mana Raja Daud berkuasa), dan dibuktikan lewat tulisan kuno ini, inilah contoh tulisan Bahasa Ibrani awal yang di tulis ke tembikar tanah liat tersebut.

Tentu saja penemuan yang terus dan menarik akhir2 ini sangat menguatkan injil yang ditulis ratusan dan bahkan ribuan tahun lalu dan tentu saja mengatakan kepada Dunia, bahwa kerajaan Israel sudah ada abad ke 10 SM.

Inskripsi ini di tulis dengan tinta pada sebuah bahan tembikar dengan ukuran 15x16.5 cm berbentuk trapezoida, yang telah digali satu setengah tahun sebelumnya oleh professor Yosef Garfinkel dekat Lembah Elah, sebelah selatan Yerusalem atau sebelah barat Hebron.

Penemuan artifak ini membawa kita kembali ke abad 10 SM, periode di mana raja Daud berkuasa, tetapi pertanyaan mengenai bahasa yang digunakan belum terjawab, dan sepertinya mustahil untuk di ketahui apakah bahasa yang ditulis adalah bahasa Ibrani atau jenis bahasa semitic lannya.

Sampai Professor Galil mengartikan tulisan kuno sebagai tulisan Ibrani yang otentik yang menggunakan bentuk Verbs Particular dari bahasa Ibrani dan mengandung content spesifik mengenai Kultur Ibrani yang tidak teradopsi atau terpengaruh kultur atau budaya lain pada masa itu.

“ Text ini berisi penyataan sosial, Hubungannya dengan Budak, janda dan anak yatim. Dan menggunakan bentuk verb dalam karakter bahasa ibrani yang digunakan, misalnya ”asah: dalam bahasa Ibrani (bahasa inggris : ”did”) dan ”avad” (bahasa inggris: ”worked”) Yang sudah jarang digunakan dalam bahasa Ibrani sekarang. Misalnya untuk kata dalam bahasa Ibrani ”Almana” (Inggris: widow/Indonesia: janda) adalah kata Ibrani yang jarang digunakan dalam bahasa ibrani sekarang. Dan tulisan itu sendiri sangat asing atau un-familiar untuk semua kultur dari bangsa Ibrani masa itu.

Galil menambahkan bahwa penemuan inskripsi ini akan menjadi tulisan kuno ibrani yang pernah ditemukan, dan membuktikan bahwa kemampuan menulis bangsa Ibrani sudah ada sejak abad ke 10 SM.

Galil juga menambahkan bahwa penemuan ini juga membuktikan bahwa kota Yudea tempat dimana inskripsi itu dibuat, dapat di asumsikan bahwa mereka yang menghuni wilayah tengah dan Yerusalem adalah orang-orang yang mahir dalam menulis. ”Dan menjadi alasan yang masuk akal selama abad ke 10 SM, selama masa raja Daud, dan menunjukan bahwa di Israel masa itu ada yang mampu menulis sastra dan historiographies kompleks seperti kitab Hakim-hakim dan Samuel.” Galil menambahkan bahwa dari bahasa yang digunakan dengan kompleks juga mengungkapkan dan membantah teori-teori yang berusaha menyangkal tentang keberadaan kerajaan Israel pada masa itu.

Isi dari text menunjukan kehidupan masyarakat yang sensitif dalam posisi lemah dan rapuh, dalam kehidupan sosial dan inskripsi ini juga menunjukan hubungan bangsa asing dan kehidupan Israel pada masa lampau. Dan prasasti atau artifak ini juga mendorong Raja untuk memperhatikan yatim piatu dan janda di Israel – atau penguasa yang pada masa itu mempunyai tanggung jawab membatasi kesenjangan sosial – Untuk terlibat dalam seruan ini untuk membangung Israel. Inskripsi seperti yang diceritakan dalam injil atau dengan kata lain Inskripsi ini menguatkan perkataan injil dalam:

Yesaya 1:17
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

Mazmur 72:3
Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!

Dan Galil menambahkan bahwa tulisan ini menguatkan kitab-kitab dalam Perjanjial lama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post