Selasa, 22 November 2011

Sejarah Pensil

Penggunaan timbal dan grafit sudah dimulai sejak jaman Yunani, keduanya memberikan efek goresan abu-abu walaupun grafit sedikit lebih hitam. Melalui perkembangannya sampailah pada apa yang disebut pensil seperti sekarang ini.

Tahun 1564 ditemukan kandungan grafit murni dalam jumlah besar di Borrowdale sebuah lembah di Lake District, Inggris bagian utara. Bahan ini meninggalkan bekas berwarna hitam mengkilap serta mudah dihapus di atas permukaan yang bisa ditulisi. Saat itu istitah grafit masih disalah artikan dengan timah, timah hitam, dan plumbago yang artinya "seperti timah", karena itu istitah lead pencil (pensil timah) masih digunakan sampai sekarang. Karena tekstur berminyak maka bongkahan dibungkus kulit domba atau potongan kecil timah berbentuk tongkat dibebat dengan tali.
Tidak seorang pun tahu siapa yang mula-mula mempunyai ide untuk memasukkan timah hijau ke dalam wadah kayu.
Tahun 1560-an, pensil yang primitif sudah sampai di benua Eropa. Tak lama kemudian, timah hitam ditambang dan diekspor untuk memenuhi permintaan para seniman
Abad ke-17, timah hitam bisa dikatakan telah digunakan di mana-mana. Pada waktu yang sama para pembuat pensil bereksperimen dengan timah hitam untuk menghasilkan alat tulis yang lebih baik. Karena murni serta mudah diekstrak timah hitam dari Borrowdale menjadi incaran pencuri dan pedagang gelap.
Tahun 1752, untuk mengatasi pencurian maka Parlemen Inggris mengeluarkan UU yang menetapkan bahwa pencuri timah hitam bisa dipenjarakan atau dibuang ke suatu koloni narapidana.
Tahun 1779, seorang ahli kimia Cart W, Scheele meneliti dan menyimpulkan bahwa grafit (komposisi molekul karbon murni yang lunak) memiliki sifat kimiawi yang jauh berbeda dengan timbal.
Tahun 1779, ahli Geologi Jerman, Abraham G. Werner memberikan nama grafit yang berasal dari perkataan Yunani graphein. yang berarti merintis, jadi isi pensil bukan timah.

Perkembangan bahan pensil selanjutnya
Selama bertahun-tahun grafit Inggris memonopoli industri pembuatan pensil dan karena grafit Eropa dianggap masih kurang bermutu maka pabrik-pabrik pensil melakukan eksperimen untuk memperbaiki isi pensil.
Insinyur Prancis Nicolas-Jacques Conte mencampur bubuk grafit dengan tanah liat, membentuk campuran itu menjadi batang-batang dan membakarnya dalam perapian. Dengan mengubah-ubah perbandingan grafit terhadap tanah liat, ia bisa membuat isi pensil yang menghasilkan berbagai gradasi warna hitam - proses yang digunakan sampai sekarang.
Pada abad ke-19 pembuatan pensil menjadi bisnis besar. Grafit ditemukan di beberapa tempat termasuk Siberia, Jerman dan yang sekarang disebut Republik Ceko. Di Jerman dan kemudian di Amerika Serikat sejumlah pabrik dibuka. Mekanisasi dan produksi massal menekan harga
Awal abad ke-20, anak-anak sekolah menggunakan pensil, kemudian ditemukan cara lebih praktis dan efisien dengan menyelimuti seluruh batang grafit dengan dua bilah kayu yang ditoreh untuk menyediakan tempat bagi batang grafit dan kemudian disatukan.
Tahun 1795, ahli kimia Perancis. Nicolas Jacques Conte, menemukan cara mencampur grafit dengan tanah liat agar menghasilkan pensil yang lebih baik dan praktis. Salah satu produk turunannya adalah pensil Konte.
Pada 30 Maret 1858 Hymen Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania-AS mematenkan pensil dengan ujung penghapus.
Tahun 1880, peraut mekanik ditemukan dan dengan cepat menjadi sangat populer.

Pemrosesan modern
Teknik pemberian selimut pensil
Pensil di era modern dibuat dengan menghancurkan grafit murni dan tanah liat menjadi bentuk bubuk, diberi air, dianginkan, dan dibakar selama tiga hari, dicetak, dilapisi dengan kayu halus (awalnya lebih banyak dibuat dalam bentuk persegi).
Jenis pensil di era modern
Kemajuan teknotogi material dan manufaktur membuat banyak jenis pensil yang bisa ditemui di pasar sesuai kegunaan masing-masing, diantaranya adalah : Pensil timah, Pensil grafit murni, Pensil mekanik, Pensil warna, Konte, Pastel dalam bentuk pensil, Dematograf
Pensil sekarang adalah alat tulis dan gambar yang canggih sekaligus serbaguna yang setiap tahun diproduksi di seluruh dunia hingga milliaran batang. Isi pensil mekanis yang tangkainya dari logam atau plastik, tidak perlu diraut.
Sebagai ganti grafit, pensil berwarna berisi bahan pewarna dan pigmen dalam puluhan warna.

Keterangan gambar : sebagai ilustrasi yang diambil dari internet
Sumber editing bacaan : id.wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post